Anjing Ini Menciut Karena Diet

©bbc.co.uk/indonesia
Anjing bernama Dennis sebelum dan sesudah diet ketat dan berolahraga rutin.

Dahulu berat badannya lebih dari 50kg, dan setelah mengikuti program diet, anjing bernama Dennis itu kini beratnya sekitar 5kg.


Transbogor.co - Seekor anjing jenis Dachshund yang berkaki pendek dan berbadan panjang di Ohio, Amerika Serikat, berhasil melakukan diet setelah mengalami kegemukan.

Postur tubuhnya menciut dengan berat badan yang turun hingga 90% setelah pemilik barunya menerapkan diet ketat dan melatihnya berolahraga secara rutin.

Saat diadopsi oleh Brooke Burton dua tahun lalu dari kerabatnya, anjing itu mengkonsumsi jenis makanan apapun, termasuk junk food.

Dahulu berat badannya lebih dari 50kg, dan setelah mengikuti program diet, anjing bernama Dennis itu kini beratnya sekitar 5kg.

Dalam perjalanannya, anjing berusia enam tahun itu berhasil melewati program diet dan olah raga rutin serta operasi kecil untuk menghilangkan kelebihan kulitnya.

Dimuat sebuah situs internet, dua foto Dennis -saat mengalami obesitas dan setelah diet- telah dikunjungi banyak orang.


Perhatian bukan makanan

Menurut Burton, sebelum dilatih olah raga dan dikenai larangan mengkonsumsi "makanan sampah", Dennis selalu tersengal setiap melangkah.

Tetapi menurutnya, sang anjing terlihat tertekan saat mengikuti program tersebut.

"Awalnya dia seperti sangat tertekan. Dia merasa tidak nyaman," ungkap Burton, mahasiswa keperawatan, kepada Kantor berita Associated Press.

"Dia tak memiliki masalah kepribadian. Setelah beratnya kembali normal, kebiasaannya memerintah muncul... Dia ingin bermain dengan semua orang," jelasnya.

Dr Kathleen Ham, ahli bedah hewan yang berhasil menghilangkan kelebihan kulit Dennis, mengatakan, kisah ini dapat menginspirasi sekaligus peringatan kepada pemilik hewan yang memiliki masalah obesitas.

Menurutnya, yang dibutuhkan hewan peliharaan bukanlah makanan yang berlebihan, tetapi kasih sayang dan perhatian. "Memberi makanan yang berlebihan itu bukan berarti bentuk cinta," katanya.



Sumber: bbc.co.uk/indonesia
Editor: Muhammad

.