Sopir Angkot Desak Penertiban Angkot 'Bodong'

  Ā©Transbogor.co/Irfan DS
Seorang penumpang sedang manaiki angkot bodong di sekitar Terminal Cileungsi, Bogor-Jawa Barat.

Sopir Angkot: "Jangan sampai kami yang supir-supir resmi yang turun tangan untuk menertibkan, yang ada malah bentrok."


Transbogor.co - Kesal dengan keberadaan mobil angkutan umum berplat hitam (angkutan bodong) di Terminal Cileungsi, Kabupaten Bogor, para sopir angkot plat kuning sebagai angkutan resmi kota, mengancam bertindak mandiri jika Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) tidak segera melakukan tindakan penertiban.

"Jangan sampai kami yang supir-supir resmi turun tangan untuk menertibkan, yang ada malah bentrok," ujar dua orang sopir angkutan umum, Dadang (30) dan Rahmat (31), kepada Transbogor.co, Sabtu (11/4/2015).

Naiknya harga bensin jenis premium yang berefek pada kenaikan tarif angkot dan mudahnya proses kredit sepeda motor, berujung pada menurunnya jumlah penumpang angkot. Di tengah situasi itu, keberadaan angkot bodong dipandang menambah panjang daftar keluhan para sopir angkot plat kuning.

"Kalau seperti ini, jelas kita dan yang lainya sebagai angkutan resmi dirugikan. Penumpang sepi, sudah begitu diserobot lagi! Mereka itu tidak ada trayek dari DLLAJ," keluh Dadang.

"Dinas DLLAJ harus segera tertibkan dan dibenahi sistem transportasi, khususnya Cilengsi," imbuhnya.

Dadang menambahkan, dirinya dan para sopir angkot plat kuning lainnya tidak menutup mata pada kebutuhan ekonomi para sopir angkot bodong. Kendati demikian, para sopir angkot resmi ini, tetap meminta tindakan jelas dari dinas terkait.

"Kami tahu, mereka juga cari makan buat keluarga, sehingga mereka seperti itu. Tapi tolong lah pejabat-pejabat Dinas Perhubungan untuk beri jawaban,".



Penulis: Irfan DS
Editor: Muhammad

.