KPK Gelar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi 2015 di Bogor

  Ā©Transbogor.co/Dimas Ferry
Wakil Ketua KPK, Zulkarnain dalam Korsupgah 2015 di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Rabu (15/4/2015)

Wakil Keyua KPK: “Harus sudah timbul kesadaran dari Kepala Daerah, civil society organization (CSO) dan instansi terkait."


Transbogor.co - Sesuai kewenangan KPK dalam melakukan koordinasi, supervisi dan monitoring kegiatan pemerintah pusat maupun daerah, KPK kembali menggelar Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Korupsi.

Untuk tahun ini gelaran Korsupgah dilakukan di Ruang Rapat III Balaikota Bogor, Rabu (15/4/2015) dengan dihadiri oleh Walikota Bogor Bima Arya, Wakil Ketua KPK Zulkarnain dan Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo.

“Pemberantasan tipikor sangat perlu ditingkatkan secara profesional, intensif dan berkesinambungan karena telah merugikan keuangan negara, perekonomian negara, dan menghambat pembangunan nasional,” ujar Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Zulkanain.

Dalam Korsupgah 2015, pemantauan akan difokuskan pada dua hal yakni pengelolaan dana hibah dan bansos, serta pengadaan barang dan jasa pada bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan. “Selain itu, kegiatan ini juga fokus pada kepentingan nasional terutama bidang ketahanan pangan dan pendapatan pada pemkot/pemkab tahun anggaran 2014/2015,” lanjut Zulkarnain.

Sejak diluncurkan 3 tahun lalu, acara yang bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) ini selain menindaklanjuti pelaksanaan Korsupgah periode sebelumnya juga difokuskan pada evaluasi pengelolan APBD tahun anggaran 2014/2015 di 33 provinsi.

Dalam launching Korupgah 2015 ini sekaligus dilakukan penandatanganan Komitmen Pencegahan Korupsi Terintegrasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Sebagai kelanjutan dari Korsupgah tahun sebelumnya, Pemda perlu didorong untuk menyusun tindak lanjut hasil Korsupgah 2014. “Harus sudah timbul kesadaran dari Kepala Daerah, civil society organization (CSO) dan instansi terkait terhadap keberadaan masalah tersebut dan keseriusan untuk memperbaiki,” harapnya.


 

Penulis: Dimas Ferry
Editor: Muhammad

.