Asyik..., Bulan Mei Rp 100 Miliar Cair untuk Rutilahu

  Ā©Transbogor.co/Bayu
Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Kabupaten Bogor, Yani Hasan

Kadis Tata Bangunan dan Pemukiman Kab. Bogor : “Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menganggarkan Rp 100 miliar untuk 10.000 unit rutilahu. Dan akan mulai disalurkan pada bulan Mei mendatang."


Transbogor.co - Pemerintah Kabupaten Bogor telah menganggarkan 100 miliar untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Direncanakan anggaran tersebut untuk membangun 10.000 rumah.

Kepala Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman (DTBP) Kabupaten Bogor, Yani Hasan, mengatakan, dari data yang ada 40 ribu rumah tidak layak huni (rutilahu) yang ada di Kabupaten Bogor belum mendapatkan bantuan.

“Saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menganggarkan Rp 100 miliar untuk 10.000 unit rutilahu. Dan akan mulai disalurkan pada bulan Mei mendatang," ujar Yani Hasan kepada Transbogor.co, kemarin.

Perihal bantuan Rutilahu tersebut, Yani Hasan mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat telah memberikan bantuannya sebesar Rp 10 miliar, sedangkan Pemerintah Pusat memberikan bantuan sebesar Rp 820 juta.

“Rp 10 miliar itu untuk bantuan 1.000 unit rutilahu dan Rp 820 juta untuk 82 unit rutilahu, setiap 1 unit rutilahu masing-masing mendapatkan bantuan Rp 10 juta,” imbuhnya

Untuk mekanisme bantuan, menurut Yani tidak berbeda jauh dari sebelumnya bahwa bantuan diberikan melalui pemerintah desa dan perbaikan rumahnya akan melibatkan masyarakat.

Yani juga menambahkan, tahun ini  setiap pembangunan 1 rumah akan dianggarkan 10 juta per rumah.

“Tahun ini, kami menargetakan peraturan bahwa 1 rumah rutilahu harus menerima bantuan tidak kurang dan tidak lebih sebesar Rp 10 juta.

Dalam pelaksanaanya, Yani menegaskan, apabila pemerintah desa melanggar peraturan, akan dikenakan sanksi.

"Kami akan kenakan sanksi apabila memberikan bantuan di luar peraturan tersebut," tegasnya.

Untuk menghindari penyimpangan seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemerintah Daerah akan melakukan sosialisasi ke desa-desa.

“Kami sudah mensosialisasikan peraturan ini ke desa-desa," pungkas Yani.


 

Penulis : Bayu

Editor : Arifin Al Jawi

.