Tantangan Berat Rano Karno Hadapi Dinasty Atut

  

Jakarta, Trans Bogor

Penetapan Gubernur Banten Atut Chosiyah sebagai tersangka oleh KPK otomatis akan menaikan Wakil Gubenur Rano sebagai Gubernur. Tinggal menunggu waktu saja. Namun demikian, Rano akan menghadapi tekanan yang begitu besar. Tidak saja dalam hal membangun kepercayaan masyarakat Banten bahwa dibawah kepemimpinnya akan lebih baik, tetapi tantangan berat yakni menghadapi tekanan dinasti politik Atut.

"Yang pertama Rano harus mempersiapkan mental yang kuat. Rano juga harus punya leadership untuk mengatasi rezim Ratu Atut yang berakar, otomatis kan ada resistensi," kata politikus PDIP Dedi 'Miing' Gumelar Selasa (17/12)

Menurut Miing, dinasti Ratu Atut tak akan tinggal diam kekuasaan kakaknya jatuh ke tangan Rano. Miing menyarankan agar Rano mengantisipasi setiap serangan dari dinasti Atut.

"Tidak mustahil akan menghadapi jebakan tandatangan-tandatangan keuangan dalam tugas. Mungkin Rano sebaiknya merekrut orang yang paham akuntansi dan keuangan negara agar yang ditandatanganinya aman," saran sahabat Rano ini.

Miing menilai dalam politik segala hal bisa terjadi. Apalagi, menurut Miing, saat ini tanda-tanda runtuhnya dinasti Atut mulai terlihat.

"Ada kemungkinan dia dikerjain, kita tidak negatif thinking, tapi menurut saya dalam politik itu penting," tandasnya.

Sejawat Rano lainnya, . Ketua DPD PDIP Banten Ribka Tjiptaning mengingatkan agar Rano mempersiapkan diri, mulai berpikir tentang bagaimana mengurusi Banten.

"Rano sebagai adik karena umurnya di bawah aku, aku nggak berbasa basi mengingatkan, 'kau hadapi 12 juta rakyat Banten bukan cuma mikirin keluarga si Doel, Enyak, Mandra, Atun. Nggak mudah hadapi karakter (masyarakat) Banten," kata Ribka.
Terlebih menurut Ribka, ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengingatkan agar kader yang menjadi pemimpin harus menangis dan tertawa bersama rakyat.

"Perintah ketum menangis dan tertawa bersama rakyat kan bukan sederhana, tapi tantangan," ujarnya.

Namun soal pergantian itu, menurut Ribka biarkan berjalan apa adanya tanpa mengintervensi hukum atau berambisi menduduki kekuasaan.

"Yang penting berjalan wajar," ucap ketua komisi IX itu.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Eriko Sotarduga, mengatakan bahwa partainya menyiapkan Rano Karno untuk duduk di kursi Gubernur Banten jika Ratu Atut Chosiyah tersangkut kasus hukum. Persiapan ini untuk mengantisipasi mekanisme perundang-undangan yang mengamanatkan, bila seorang kepala daerah terkena kasus hukum, wakilnya harus menggantikannya.

"Kami tentunya siap menjalankan tugas yang diamanatkan perundang-undangan," kata Eriko di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa.

Menurut dia, PDIP tak pernah berniat menggeser posisi politikus Golkar, Ratu Atut Chosiyah, sebagai Gubernur Banten. Sebab, bagaimanapun Ratu Atut adalah hasil koalisi antara partainya dan Golkar dalam pilkada di daerah tersebut.

(adh/ant/dtc)

.