PBB Rayu Indonesia Stop Eksekusi Mati Terpidana Narkoba

©aljazeera.com
Keluarga terpidana mati kasus narkoba asal Filipina, Mary Jane Veloso.

PBB tidak menyetujui hukuman mati dalam berbagai kondisi.


Transbogor.co - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), Ban Ki-Moon, merayu Indonesia untuk menghentikan rencana eksekusi terhadap 9 terpidana mati kasus narkoba.

9 tersangka masing-masing berasal dari Australia, Nigeria, Brazil, Ghana, Filipina dan Indonesia ini telah dibawa ke Penjara berkeamanan tinggi, Nusakambangan.

PBB tidak menyetujui hukuman mati dalam berbagai kondisi dan dalam satu pernyataan, juru bicara Ban Ki-moon mendesak Presiden Jokowi untuk "segera mempertimbangkan untuk mendeklarasikan moratorium pada hukuman mati di Indonesia, dengan maksud penghapusan".

Indonesia memiliki hukuman yang kejam terhadap kejahatan tentang obat-obatan sejak dilanjutkannya eksekusi mati pada tahun 2013. 6 eksekusi telah dilakukan sepanjang tahun ini.


 

Sumber: aljazeera.com
Editor: Muhammad

.