Timnas U-23 Bakal Hidup Mati di Semifinal

  

Suka cita sang pelatih tim nasional Indonesia U-23 Rahmad Darmawan tampak jelas ketika tim ‘Merah Putih’ berhasil mengalahkan Myanmar lewat gol tunggal Alfin Tuasalamony. Kemenangan ini sekaligus membawa Indonesia masuk semifinal SEA Games XXVII.

 

Bagi RD—begitu pelatih ini akrab dipanggil, perjuangan berat masih menanti anak asuhannya. Oleh sebab itu ia meminta mereka untuk tidak leha-leha karena masih ada satu tujuan yang harus di capai yakni memenangkan pertandingan di semifinal agar bisa keluara sebagai juara sekaligus menambah perolehan medali emas.

Dengan raihan tujuh poin, Indonesia unggul head to head dari Myanmar yang juga punya poin sama. Andik Cs berhasil menghindar dari lubang jarum dan lolos menemani Thailand yang jadi juara grup.
Kini para pemain Indonesia bisa berlega hati terutama Rahmad, yang sejak dimulainya fase grup mendapat kritik karena tak bisa membawa Indonesia tampil baik. Terutama saat dikalahkan Thailand dan diimbangi Timor Leste.
Dengan kelolosan ini, Indonesia kemungkinan akan melawan Malaysia atau Vietnam di semifinal. Maka itu mereka pun diminta tak berleha-leha dan segera fokus untuk laga tersebut.
"Saya rasa hari ini semua pemain berada pada puncak performa. Sekarang fokus lawan Malaysia atau Vietnam," ujar Rahmad usai pertandingan, Senin (16/12)  malam WIB.
"Hari ini, kami terus meningkat sejak laga kedua. Semoga tidak berhenti sampai di sini. Jika bisa seperti ini, kami siap hadapi siapapun di semifinal. Sekarang saya hanya fokus pada pemulihan," sambungnya.
Lebih lanjut Rahmad pun menuturkan bahwa dirinya meminta anak asuhnya untuk tampil tanpa beban mengingat mereka awalnya punya beban lebih berat dibanding Myanmar, yang sebetulnya cuma butuh hasil imbang untuk lolos.
"Saya hanya menempatkan pemain di posisi underdog, saya tahu masalahnya bukan teknis, tapi mental. Sejak pertandingan pertama saya tahu mereka tertekan dan berusaha pompa semangat tapi tak juga berhasil. Dengan ada di posisi underdog, mereka bisa lepas dari tekanan," demikian dia.

 

Lemparan Batu

 

Dalam pertandingan lanjutan Grup B yang dihelat di Thuwanna YTC Stadium, Senin malam itu,  Alfin dilanggar oleh Pyae Phyo Aung di menit 35. Alfin lantas bisa mengeksekusi bola titik putih dengan sempurna sebagai penentu kemanangan Indonesia.
Myanmar harus bermain dengan 10 pemain setelah Ye Lin Aung menyikut Fandi Eko Utomo di menit 88. Laga yang disaksikan oleh presiden Myanmar Thein Sein itu juga diwarnai oleh insiden masuknya penonton ke dalam lapangan. Tak cuma itu, ada juga lemparan batu ke dalam lapangan.
Di sisa pertandingan tak ada lagi gol tambahan, hingga Indonesia menang dengan skor tipis 1-0.
Dalam laga grup B lainnya, Thailand bermain imbang 0-0 saat berduel melawan Kamboja. Dengan hasil itu, Thailand pun memastikan diri sebagai juara Grup B.
 

Indonesia mendapatkan peluang emas di menit keempat. Mendapatkan umpan terobosan dari Yandi Sofyan, Bayu Gatra mampu berlari menusuk di sisi sayap kanan, dia bisa melepaskan sepakan keras, tapi masih bisa ditangkap oleh Pyae Phyo Aung.
Bayu Gatra kembali mengancam pada menit 11. Dia melakukan sepakan keras dari dalam kotak penalti, tapi masih menyamping. Fandi Eko Utomo yang menjadi pengumpannya.
Alvin melakukan sundulan di menit 14 meneruskan satu sepak pojok. Belum juga berhasil, sundulannya mesih menyamping.
Dua menit sesudahnya, Rizky Pellu juga mencoba peruntungan dari luar kotak penalti. Tapi, upayanya itu masih terlalu lemah.Myanmar mendapatkan peluang di menit 18 lewat satu tendangan sudut. Zaw Min Tun melakukan sundulan tapi masih melayang.
Tuan rumah kembali mendapatkan peluang 14 menit berselang. Kyaw Zayar Win mendapatkan bola terobosan di sayap kanan, lalu menyepa bola tapi masih menyamping.
Indonesia mendapatkan hadiah tendangan penalti di menit 35 usai Alfin dilanggar oleh Phyo Aung. Alfin yang mengeksekusi sendiri tendangan penalti, mampu memasukan bola ke dalam gawang.

Fandi Eko mendapatkan peluang emas di menit 42. Mendapatkan umpan apik dari Alfin, sepakannya masih melesat.
Yandi Sofyan menyia-nyakan peluang di meit 53. Mendapatkan umpan dari Rizky Pellu, sepakannya dari luar kotak penalti belum menemui bidang.Myanmar mengancam lewat Thet Naing di menit 72. Sepakan jarak jauhnya masih belum menemuai sasaran.
 
Dua menit sesudahnya, tim tua rumah juga mendapatkan peluang lewat sepakan bebas Si Thu Aung yang mengarah ke gawang Indonesia. Andrittany yang bisa memenangi duel udara, sampai dilanggar oleh Zaw Min Tun.
Myanmar mendapatkan peluang lagi di menit 76. Berawal dari sepakan bebas lagi, Kaung Si Thu gagal menyundul bola di muka gawang.Bayu Gatra gagal memanfaatkan peluang emas di menit 78. Tinggal berhadapan dengan kiper usai mendapatkan umpan dari Yandi Sofyan, sepakan Bayu Garta melebar.
Si Thu juga gagal memanfaatkan peluang emas di menit 80. M. Syaifuddin gagal menyapu bola, Si Thu masih juga belum mampu menceploskan bola ke gawang. Alfin, sempat mendapatkan peluang lewat  tendangan bebasnya di menit 84 masih membentur pagar hidup Myanmar.
Myanmar harus bermain dengan 10 pemain usai Ye Lin Aung diacungi kartu merah usai bersitegang dengan Fandi Eko di menit 88. Fandi sendiri mendapatkan kartu kuning. Kendati unggul jumlah pemain, Indonesia tak bisa memenambah gol. Saat laga usai skor 1-0 tak berubah. Indoneseia pun lolos ke semifinal. (adh/dtc)

Susunan Pemain

Indonesia: 12-Andrittany Ardhiyansa; 26-Alfin Tuasalamony, 13-Manahati Lestusen, 29-M. Syaifuddin, 24-Diego Michiels; 11-Dedi Kusnandar, 7-Ramdhani Lestaluhu (Andik Vermansah 62), 23-Bayu Gatra, 4-Rizky Pellu, 22-Fandi Eko Utomo; 9-Yandi Sofyan (Egi Melgiansyah 83)

Myanmar: 1-Pyae Phyo Aung; 17-Aung Zaw, 2-Si Thu Aung, 3-Zaw Min Tun, 5-Yan Aung Win; 12-Nay Lin Tun (Thet Naing 69), 7-Kyaw Zayar Win (Kaw Ko Ko 46), 11-David Htan (Thien Than Win 49), 14-Ye Lin Aung; 19-Kyaw Min Oo, 9-Kaung Si Thu

.