Lanjutkan Eksekusi Mati, Jokowi Tampar Muka Sendiri?

┬ęsindonews.com
Ilustrasi

Rafendi Djamin: "Presiden seperti menampar muka sendiri karena prinsip pertama dalam Dasasila KAA adalah perlindungan HAM."


Transbogor.co - Direktur Human Rights Working Group, Rafendi Djamin, mengecam rencana eksekusi mati yang dikabarkan akan berlangsung pada Selasa (28/4/2015) esok. Terlebih lagi, eksekusi dilakukan setelah Konferensi Asia Afrika (KAA) baru saja usai Jum'at lalu di Jakarta dan Bandung.

"Presiden seperti menampar muka sendiri karena prinsip pertama dalam Dasasila KAA adalah perlindungan HAM," kata Rafendi di kantornya, Minggu, 26 April 2015.

Menurut Rafendi, sejak KAA diadakan pertama kali pada 1955 lalu, banyak negara mulai meninggalkan praktek hukuman mati karena tak sejalan dengan penegakan HAM. Langkah ini juga disebut dia harus dilakukan Indonesia bila ingin menjadi aktor utama dalam hubungan internasional.

Apalagi, kata Rafendi, topik utama dalam KAA lalu adalah solidaritas selatan-selatan. Pada saat yang bersamaan, eksekusi mati di Indonesia justru merusak hubungan dengan Brasil yang merupakan salah satu negara kuat di belahan selatan bumi.

"Bagaimana kita mau jadi poros hubungan selatan-selatan kalau terus ngotot dengan hukuman mati." katanya.


 

Sumber: tempo.co
Editor: Muhammad

.