Takut Merugi, PDAM Belum Bisa Diserahkan ke Kota Depok Sekarang

  Ā©Transbogor.co/Bayu
Bupati Bogor, Nurhayanti

Bupati Bogor : "Pada awal pemekaran, kami berpendapat penyerahterimaan aset belum bisa dilakukan karena kondisi perusahaan yang belum memungkinkan. Bila saat itu langsung terjadi penyerahan aset, kemungkinan besar kedua perusahaan nantinya akan merugi."


Transbogor.co - Terkait masalah serahterima Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Kahuripan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor ke Pemerintah Kota Depok, hingga kini belum dapat direalisasikan.

Menurut, Bupati Bogor, Nurhayanti, aset tersebut akan diserahkan kurang lebih dalam jangka waktu 6 bulan ke depan.

"Pada awal pemekaran, kami berpendapat penyerahterimaan aset belum bisa dilakukan karena kondisi perusahaan yang belum memungkinkan. Bila saat itu langsung terjadi penyerahan aset, kemungkinan besar kedua perusahaan nantinya akan merugi," ujar Nurhayanti, seusai upacara HUT Kota Depok ke-16 di Balai Kota, Senin (27/4/2015).

Oleh sebab itu, dia menjelaskan, terdapat kesepakatan agar pengelolaan aset PDAM Tirta Kahuripan tidak dulu dibagi antara Pemkab Sukabumi dengan Pemkot Depok. Selama 16 tahun terakhir, keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan dibagikan dengan skema bagi hasil kedua pemerintahan
sesuai dengan proporsinya.

Dia menyebutkan, aset yang diserahkan nilainya Rp 21 miliar. Aset itu mencakup sarana fisik, seperti instalasi, sampai gedung perkantoran. Begitu juga dengan pegawai yang berlokasi di Depok, serta 42.000 pelanggan yang domisilinya di Depok.

"Saya berpandangan, saat ini serahterima memang harus segera dilakukan agar kedua perusahaan bisa berkembang. Saat ini juga Kota Depok sudah berkembang pesat. Pada awal pemekaran, PAD Depok baru Rp 4 miliar. Namun, saat ini sudah mau mencapai Rp 700 miliar," tuturnya.



Sumber : pikiran-rakyat.com
Editor : Bahrul

.