Permintaan Terhadap Taman Kanak-kanak Islam Ilegal di Kyrgyztan Meningkat

©qz.com

Setidaknya ada 5 TK yang terdapat di kota. Mereka beroperasi di area yang tak tersentuh undang-undang setempat.


Transbogor.co - Feruza membuka pintu hijau rumah berlantai dua yang terletak di pinggiran kota Bishkek dan pelan-pelan mengelilingi bangunan yang dikenal di forum online sebagai "TK Islam".

Butuz, TK yang tak berizin ini merupakan salah satu institusi pendidikan yang menutupi kekurangan pra-sekolah yang dijalankan pemerintah di Kyrgyztan, sembari menuntut pendidikan keagamaan.

Menurut salah satu forum online di Ibu Kota, Bishkek, setidaknya ada 5 TK yang terdapat di kota. Mereka beroperasi di area yang tak tersentuh undang-undang setempat.
Pihak dari Departemen Pendidikan setempat tidak bisa menjawab dan tampaknya pun tidak tahu-menahu tentang TK-TK ini. Di waktu yang bersamaan, mereka bersikeras bahwa TK-TK ini melanggar Standar Pendidikan setempat.

Selama "Jam Tenang" pada hari-hari kerja di Butuz (bahasa rusia yang berarti, kurang lebih, "subur, bayi yang subur") balita laki-laki dan perempuan tidur di kamar terpisah. Pengasuh perempuan, seorang remaja, mengaduk panci berisi sup beetroot.

"Anak-anak disini belajar bahasa Arab, Kyrgyz, Rusia, dan Inggris. Bahkan orang tua yang berasal dari Rusia pun mengirimkan anak mereka kesini," ucap Feruza, wanita 21 tahun yang mengenakan hijab.

"Mereka (anak-anak Rusia) tidak berdoa (seperti muslim), namun orang tua mereka suka ketertiban disini. Tidak ada televisi. Tidak ada tari.".

Kyrgyztan, yang memberlakukan pendidikan gratis bagi warga negara berumur 7 - 17 tahun, tengah berjuang mengalam krisis kekurangan TK. Saat ini ada sekitar 700 TK di negeri ini, seperempat adalah swasta.

Untuk menyediakan pendidikan pra-sekolah untuk seluruh anak-anak Kyrgyztan, pemerintah perlu membangun setidaknya 1.500 TK lagi, ujar pejabat pendidikan kepada parlemen, 8 April lalu.


 

Sumber: qz.com
Editor: Faizar

.