Pergulatan Peternak Sapi di Jakarta

  ©Transbogor.co/Adi
Rachmat ketika dijumpai di peternakannya.

Kurangnya lahan di Ibukota membuat mayoritas peternak beralih profesi.


Transbogor.co - Peternakan sapi memiliki masa-masa keemasan di era 80an di Jakarta, tepatnya di Kuningan Timur dan Mampang Prapatan. Tingkat populasi sapi disini sangat besar serta mayoritas masyarakatnya adalah peternak sapi. Maka tak heran bila dulu lokasi tersebut dijuluki Kantong Susu Jakarta.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak peternak yang mulai beralih profesi. Harga susu yang tidak mendukung serta berkurangnya lahan untuk beternak menjadi alasan berkurangnya peternak.

Salah seorang peternak yang masih bertahan adalah Rachmat. Beliau beternak sapi mewariskan usaha yang ditinggalkan oleh kakeknya selama turun-temurun.

"Saya sudah bergelut dengan bau sapi sejak kelas 4 SD. Setiap pulang sekolah ayah saya menyuruh saya membersihkan peternakan. Sejak saat itu saya cinta dengan sapi," jelas Rachmat saat diwawancara Transbogor.co, Selasa (28/04/2015).

Peternakan Rachmat ini dulunya berada di Kuningan Timur. Namun sejak SK Gubernur no. 300 tahun 1986 ditetapkan, usaha peternakan Rachmat pun dipindahkan ke komplek peternakan DKI Blok C RT 01, RW 02 Pondok Rangon, Jakarta Timur.

DKI Jakarta ternyata dijadikan barometer perkembangan sapi perah di Indonesia. Dulu, Jakarta menyumbang 10% dari 60% usaha sapi perah rakyat.



Penulis: Rusadi Mulana
Editor: Faizar

.