150 Batang Tanaman "Terlarang" Ditemukan di Cisarua Bogor

  Ā©Transbogor.co/Arief
Petugas kepolisian ketika membabat tanaman khat di sebuah villa di Cisarua, Bogor.

Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan BNN Kabupaten Bogor ternyata masih ada tanaman Khat yang sengaja ditanam secara sembunyi-sembunyi.


Transbogor.co - Keberadaan tanaman Khat (chatinone) yang tahun lalu sempat dimusnahkan, ternyata masih banyak ditemukan di kawasan Cisarua Bogor. Jenis tanaman alang-alang asal Timur Tengah itu tumbuh subur di wilayah Bogor meski tanpa perawatan khusus.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor dan Sat. Narkoba Polres Bogor menemukan sedikitnya 150 batang tanaman Khat di sebuah vila milik Habib Abdul Rohman di Kampung Citeko RT 1 RW 7, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kepala BNNK Bogor, Nugraha Setya Budi mengakui, masih ada warga yang menanam Khat di pot dan halaman rumah mereka.

"Di Kecamatan Cisarua transaksi daun Khat oleh turis Timur tengah masih sangat tinggi." ungkap dia.

Para turis bahkan berani memberi harga tinggi untuk daun dari tanaman mirip ganja itu sebagai campuran minum teh dan sheesha.

"Untuk satu plastik daun Khat diberi harga Rp 200 ribu rupiah bahkan lebih. Karena semakin dilarang beredar maka nilai jual daun Khat pun semakin meningkat,"

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Bogor AKP Yuni Purwanti menambahkan, pihaknya tidak akan melakukan penahanan kepada para penanam hingga ditemukan bukti fermentasi.

"Penahanan dilakukan ketika daun khat di fermentasi menjadi sejenis methylone yang masuk dalam narkotika jenis 1," jelas Yuni.

Usai membabat habis tanaman terlarang itu, Sat Narkoba Polres Bogor memutuskan untuk mengangkut barang bukti ke Polres di Cibinong untuk dilakukan pemusnahan.


 

Penulis: Arief
Editor: Muhammad

.