Angkot Trayek Ini Dianggap 'Meresahkan'

  Ā©Transbogor.co/Arief
Kemacetan parah menjadi pemandangan sehari-hari di Jalan Raya Alternatif Karanggan, Kabupaten Bogor, sebagai dampak angkot yang ngetem sembarangan.

Tidak adanya tempat pemberhentian angkot jurusan Karanggan - Gunung Putri di Jalan Raya Alternatif Karanggan, Kabupaten Bogor, berdampak pada timbulnya kemacetan dan meningkatnya resiko kriminalitas.


Transbogor.co - Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Operasional (Dalops) Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLAJ) Kabupaten Bogor, Bisma menuturkan, pihaknya tengah berusaha menertibkan angkutan kota (angkot) yang ngetem di badan jalan dan para 'supir tembak' nya.

"Kita sudah lakukan pemberitahuan dan tindakan kepada supir angkutan jalur Karanggan untuk tidak ngetem di badan Jalan Raya Citereup," katanya kepada Transbogor.co, Rabu (6/5/2015).

Selain itu, masih kata Bisma, pihaknya pun akan menggelar penertiban kepada supir angkot di jalur Karanggan agar lebih tertib berlalu lintas. Dia pun menyayangkan maraknya supir tembak pada angkutan jurusan Karanggan - Gunung Putri itu.

"Kita akan bekerjasama dengan pihak Kepolisian untuk melakukan razia kepada supir tembak. Jangan sampai adanya supir berdampak pada timbulnya tindakan kriminal," tegas Bima.

Sementara itu salah seorang pengguna jalan, Iwan Kurniawan (35) mengeluh, "Kadang suka muter kendaraan seenaknya, Mas. Harusnya ditertibkan, jangan seenaknya! Malah bikin macet,".

Iwan pun menghimbau kepada petugas berwenang agar lebih mendata supir angkot jalur Karanggan tersebut.

"Supir Karanggan disana banyak anak di bawah umur yang tidak mempunyai SIM. Seharusnya ditindak, jangan menunggu adanya aksi kriminalitas yang membahayakan," tukasnya.



Penulis: Arief
Editor: Muhammad

.