Seorang Wanita Pengedar Obat Dibekuk Aparat Polresta Bogor

  Ā© Transbogor.co/Dimas Fery
Petugas Sat. Narkoba Polresta Bogor saat ekspos penangkapan para tersangka kasus narkoba di kantor Kepolisian Resort Kota Bogor beberapa waktu lalu.

Meski tidak termasuk jenis psikotropika, obat ini memberikan efek fly jika dikonsumsi tanpa resep dokter.


Transbogor.co - Seorang tersangka pengedar keliling (darling) obat berbahaya, Rohayani Pertiwi alias Hani (21), tertangkap tangan ketika sedang mengedarkan pil tramadol dan pil heximer.

Dari tangan tersangka, polisi menyita 310 butir pil tramadol dan 110 butir pil heximer. Kedua pil ini masuk dalam daftar obat tipe G yang tidak boleh diperjualbelikan tanpa resep dokter.

Menurut Kasat Narkoba Polresta Bogor, AKP Maulana Mukarom, pil-pil tersebut dibeli dari tersangka di daerah Roxi, Jakarta Barat.

"Tersangka membeli sebanyak 2.000 butir lalu dijual ke tangan anak-anak punk dengan harga Rp 10-20 ribu/10 butir," ujar Maulana.

Selain kepada anak-anak punk, lanjut maulana, pil dijual ke anak-anak sekolah.

Kepolisian mengatakan, meskipun tidak termasuk jenis psikotropika, tersangka yang merupakan warga Kampung Semplak RT 001 RW 003, Bubulak, Bogor Barat ini dapat dijerat dengan Undang-Undang Kesehatan.



Penulis: Dimas Fery
Editor: Muhammad

.