Penyidik KPK dari TNI akan Menimbulkan Masalah Baru

  © Transbogor.co/Arief
Ketua Komisi 1 DPR RI, Mahfud Sidiq saat dijumpai usai seminar nasional bersama Universitas Ibnu Khaldun di Kemang, Bogor, Minggu (10/5/2015).

Masuknya TNI dalam kancah penegakan supremasi hukum sipil dilatarbelakangi oleh perseteruan KPK vs Polri yang hingga kini masih menjadi perspektif publik.


Transbogor.co - Ketua Komisi 1 DPR RI, Mahfud Sidiq menilai, perekrutan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari unsur TNI akan menimbulkan masalah barus selain kriminalisasi yakni, psikologis, profesionalitas dan independensi kelembagaan KPK.

"Keberadaan anggota TNI sebagai penyidik KPK dipastikan akan merusak reformasi TNI sendiri menuju prajurit yang profesional, belum lagi jika yang terlibat korupsi adalah petinggi TNI atau mantan petinggi TNI atau yang sedang dikaryakan dilembaga negara lain seperti di Kemenhan, Sekneg, BUMN dan BNPT," tutur Mahfud kepada awak media usai seminar nasional bersama Universitas Ibnu Khaldun di Kemang, Bogor, Minggu (10/5/2015).

Ia juga beranggapan, besarnya kemungkinan terjadi benturan pelaksanaan peraturan perundang-undangan KPK dan Undang-Undang Pertahanan yang menaungi nafas prajurit TNI.

"Untuk menjadi penyidik KPK ada batas usia maksimal yang harus dipenuhi dan jika anggota TNI ada yang masuk menjadi seorang penyidik, sekalipun pensiun, batas usianya tidak akan memenuhi syarat calon penyidik KPK," katanya.

Seperti diketahui, penyidik senior KPK dari unsur Kepolisian, Novel Baswedan saat ini tengah diproses hukum. Mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu itu diperiksa lantaran dugaan penganiayaan yang menewaskan pemburu sarang burung walet pada 2004 silam.



Penulis: Arief
Editor: Muhammad

.