Vonis Mati Presiden Mursi Tanda 'Matinya Demokrasi'

©CNN.com
Pendukung Mantan Presiden Mursi memprotes putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman 20 tahun penjara, April Silam

Pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap mantan presiden Mesir ini.


Transbogor.co - Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi telah memimpin Mesir selama 20 tahun. Dalam 20 tahun tersebut, banyak terjadi kasus penculikan dan penganiayaan terhadap pihak yang membangkang.

Sabtu (16/5/2015) pagi, pengadilan Mesir memberikan vonis hukuman mati bagi sang mantan presiden dengan tuduhan kabur dari penjara 4 tahun silam, dan mengadakan pemberontakan secara besar-besaran. Selain itu, 16 anggota Ikhwanul Muslimin yang juga pendukung mantan presiden Mursi divonis hukuman mati dengan tuduhan mata-mata.

Salah satu menteri pada pemerintahan Mursi, Amr Darrag menggambarkan Sabtu ini sebagai "salah satu hari terkelam" di Mesir.

"Tuduhan-tuduhan itu hanyalah percobaan yang keji untuk menghapus demokrasi secara permanen di Mesir," ucapnya seperti dikutip dari CNN.com.

Hukuman mati ini dicibir oleh Amnesti Internasional, sambil mengatakan bahwa vonis ini merupakan upaya "menyingkirkan lawan politik". Dan juga Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menggambarkan vonis ini seperti kembali ke "Mesir jaman dulu".

Mursi adalah presiden pertama yang dipilih secara langsung, namun protes pun mengalir setahun setelah ia menjabat sebagai Presiden.

Pasukan bersenjeta, dipimpin oleh Kepala Militer, Abdul Fattah Al-Sisi, menggulingkan Mursi pada Juli 2013.

Al-Sisi kemudian menjadi presiden pada bulan Mei 2014, setelah mendapatkan total suara sebanyak 46%.


Sumber: CNN.com
Editor: Faizar

.