Bareksrim Sita Uang Judi Online Rp 8 Miliar

  foto @jurnas.com

Jakarta Trans Bogor

 Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menerapkan metode online investigation untuk memberantas judi online di negeri ini. Dengan metode ini pula, Dittipideksus Bareskrim mengklaim sudah banyak kasus judi online yang ditindak.

"Tapi ini seperti jamur di musim hujan. Begitu kami tangkap yang satu, yang lain muncul," tegas Direktur Tipideksus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Arief Sulistyanto, Selasa (31/12) lalu.

Arief menjelaskan, melalui online investigation itu sudah terdeteksi 141 situs judi online yang menggunakan 146 rekening bank yang tersebar di beberapa wilayah.

Dia merinci di Jakarta 88, Sumatera Utara 15, Jawa Barat II, Jawa Timur 11, Jawa Tengah tiga, Bali tiga dan Kepulauan Riau satu.

Bareskrim kemudian menggandeng Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) serta penyedia jasa keuangan. Dari penelurusan PPATK, kata Arief, diketahui 90 rekening alamat fiktif, 10 alamat benar tapi tidak dikenali atau hanya mencatut alamat.

"Sedangkan 46 rekening lain masih kita lakukan penyelidikan bersama PPATK," kata Arief.

Dari 146 rekening itu menggunakan tiga bank yakni Bank Mandiri (53) , 87 BCA (87)  dan BNI (6). "Total saldo di 146 rekening itu Rp 8 miliar," katanya.

Menurut Arief, terhadap rekening tersebut sudah dilakukan pemblokiran. Polisi kita tengah melakukan penyelidikan.

Arief menambahkan, kepolisian akan menjalin kerjasama dengan pihak perbankan, Bank Indonesia, serta Otoritas Jasa Keuangan, untuk meminimalisir praktik mengalirkan dana judi di rekening-rekening bank yang ada.

"Selanjutnya kami akan berkoordinasi dengan pihak perbankan bagaimana mencari alamat itu kenapa pihak bank juga bisa menjadi korban. Kerja sama dengan OJK juga," ungkapnya.

Saat ini Polri masih terus kerjasama dengan PPATK dan OJK yang nantinya untuk mencari solusi agar bank bisa menjamin validitas identitas seseorang untuk membuka rekening di bank. (adh/ktb2)

.