Bogor Gagal Menepati Janji untuk Melestarikan Puncak

© initempatwisata.com
Kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Usai pembongkaran ratusan villa ilegal pada masa RY, Bogor dipandang lamban lanjutkan upaya pelestasrian areal konservasi Puncak-Bogor.


Transbogor.co - Koordinator Forest Watch Indonesia (FWI) Dwi Lesmana mengatakan bahwa berdasarkan pengamatan terbaru FWI di Desa Sukatani, Puncak, empat dari 27 vila di kawasan konservasi Puncak yang dihancurkan oleh pemerintahan Bogor pada tahun 2013 telah dibangun kembali oleh pemilik.

Dia mengatakan salah satu villa dibangun kembali adalah sebuah bangunan lima lantai dengan dua lantai yang telah selesai.

"Memang benar bahwa pemilik villa melakukan pelanggaran dengan membangun villa mereka di kawasan konservasi, tapi begitu pula pemerintah kota dengan tidak melakukan pengawasan yang ketat dan penegakan tata ruang-perencanaan," kata Dwi dalam sebuah diskusi di Bogor seperti dikutip dari thejakartapost.com.

Puncak, yang melintasi Cisarua dan Megamendung, Kabupaten Bogor, memainkan peran penting sebagai daerah tangkapan air untuk tetangga dataran rendah seperti Jakarta. Namun, dengan sejumlah besar villa dibangun di sisi bukit, sungai Ciliwung - yang mengalir dari Puncak - sering meluap dan menyebabkan banjir hingga ke Jakarta selama musim hujan.

Untuk mengatasi masalah ini, pada akhir 2013 lalu, Rachmat Yasin alias RY (Bupati Bogor kala itu), memerintahkan pembongkaran semua villa di zona konservasi.

Dari instruksi RY tesebut, Bogor tercatat telah menghancurkan lebih dari 200 vila ilegal meski belum ada tindak lanjut untuk mengembalikan kapasitas air resapan di daerah itu.

Menurut Dwi, selama penghancuran dua tahun lalu, Pemerintah Kabupaten menjanjikan rehabilitasi wilayah konservasi untuk "kepentingan masyarakat".

"Tapi dari apa yang kita lihat di lapangan, pemerintah tidak melakukan apa-apa setelah merobohkan vila. Tindakan berhenti di sana, "lanjut Dwi.


 


Sumber: thejakartapost.com
Editor: Muhammad

.