Pasar Produk Bioteknologi Menjanjikan

  ©Transbogor.co/Dimas Fery
Guru Besar IPB, Linawati Hardjito

Indonesia memiliki banyak sumber daya untuk mengembangkan produk bioteknologi.


Transbogor.co - Potensi pasar produk Bioteknologi dari sumber hayati perairan di dunia sangat tinggi. Data penjualan dunia untuk berbagai produk herbal/suplemen, kosmetik dan personal care yang berbahan dasar sumber daya hayati perairan di tahun 1997 mencapai US$ 2,8 Milyar per tahun (sekitar 36 Triliyun Rupiah).

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Linawati Hardjito mengatakan bahwa hasil diatas belum termasuk produk farmasi yang angkanya cukup fantastis.

"Penjualan produk-produk farmasi yang dibuat dari sumber daya hayati perairan juga nilai transaksinya cukup fantastis. Mencapa US$ 75-100 Milyar per tahun (setara 986-1.314 Trilyun Rupiah)," ucap Linawati kepada Transbogor.co, Sabtu (24/5/2015).

Dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, didukung oleh sumber daya hayati perairan terbesar di dunia, Linawati optimis Indonesia dapat berkontribusi sebesar 10 persen di kancah pasar dunia.

Menurut hasil kajiannya, produk bioteknologi yang tepat untuk dikembangkan dalam jangka pendek-menengah adalah produk herbal/suplemen, personal care dan kosmetik. Sementara untuk jangka panjang, bahan baku farmasi menjadi produk yang tepat.

"Perusahaan farmasi di Indonesia telah lama menjadi mitra tim pengembangan produk bioteknologi di Indonesia. Beberapa perusahaan bahkan mengomersialisasi hasil riset mereka, seperti Dexa Medica, Kalbe Farma, Deltomed, dan Sido Muncul," pungkasnya.


Penulis: Dimas Fery
Editor: Faizar

.