Harus Optimis Sambut BPJS

  Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) : Antara

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan transformasi Jamsostek dan Askes menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan harus disambut optimistis.


    "Transformasi penyelenggara jaminan sosial ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosia baik kesehatan maupun ketenagakerjaan harus disambut optimistis, kita jalani dan tingkatkan terus kinerjanya karena hal itu merupakan bagian peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Aher, Minggu (29/12).


    Menurut Heryawan, jaminan sosial yang akan dijalankan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan merupakan sebuah kebutuhan masyarakat ke saat ini dan ke depan.


    "Ke depan pegawai swasta akan memiliki pensiunan, ada jaminan hari tua dan tunjangan kecelakaan kerja. Sedangkan untuk kesehatan melalui BPJS Kesehatan jelas semua warga masyarakat terlindungi melalui program itu," ujar Aher.


    Menurut Aher, Pemprov Jabar mendukung penuh tranfornasi dari Jamsostek menjadi BPJS Ketenagakerjaan dan Askes menjadi BPJS Kesehatan. Pasalnya Jabar memiliki kepentingan besar terhadap program itu mengingat jumlah penduduknya terbesar di Indonesia yakni mencapai 43 juta jiwa. Jabar memiliki jumlah tenaga kerja dan pekerja terbesar di Indonesia dan juga memiliki jumlah penduduk yang perlu dilindungi kesehatannya juga terbesar di Indonesia. Sehingga jelas jika program itu salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.


    Terkait adanya pendapat pesimistis dalam proses BPJS Kesehatan dan ketenagakerjaan menyusul pengalihan pengelolaan, Aher menyatakan hal itu tidak perlu diragukan karena Jamsostek dan Askes telah membangun infrastrukturnya.


    "Kita sambut dengan optimistis saja, semuanya sudah dipersiapkan. Bila ada masih kurang ya diperbaiki pada masa transisi nanti," ucap Aher.


    Hal senada juga diungkapkan Direktur Utama PT Jamsostek Persero Elvyn G Masyasa yang menyebutkan pihaknya sangat siap untuk melakukan transformasi ke BPJS Ketenagakerjaan.  Ia menyebutkan, Jamsostek yang akan menjadi motor BPJS Ketenagakerjaan nantinya hanya akan mengelola jaminan hari tua, jaminan kematian dan jaminan kecelakaan kerja.
    "Setelah BPJS, kesehatan kami hanya mengelola Jaminan hari tua, kematian dan jaminan kecelakaan kerja. Sedangkan pengelolaan jaminan kesehatan dialihkan ke BPJS Kesehatan," terang Elvyn.

 

Ditambahkan Elvyn, sedangkan pada tahun 2015 mendatang, BPJS Ketenagakerjaan akan menggulirkan program pensiunan pekerja non TNI, Polri dan PNS. (wid/ant)

.