Bangun Pembangkit Listrik 35 gigawatt (GW). Pasokan Batu Bara Meningkat 250 Juta TON / Tahun

©Net/Detik.com

Transbogor.co-Pemerintah pimpianan Joko Widodo (Jokowi) mulai membangun proyek pembangkit listrik dengan total kapasitas 35.000 megawatt (MW) atau 35 gigawatt (GW). Sebagian menggunakan bahan bakar batu bara, sehingga kebutuhan batu bara bakal naik.

Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, proyek pembangkit yang ditargetkan rampung 2019 ini, bakal meningkatkan kebutuhan pasokan batu bara di dalam negeri mencapai menjadi 250 juta ton/tahun.

"Batubara masuk ke power plant (pembangkit listrik), dampaknya akan terasa di hilir. Konversi jadi listrik, pasar domestik akan makin kuat. Program 35 GW tahun 2019 ditargetkan selesai. Dari program itu penyerapan konsumsi domestik 80-90 juta ton akan naik berlipat menjadi 250 juta ton," kata Sudirman, usai membuka 21st Coaltrans Asia, atau pertemuan industri batubara terbesar dunia yang berlangsung di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (8/6/2015).

Kondisi ini, menurut Sudirman, menjadi kesempatan bagi para pengusaha batu bara, di tengah anjloknya harga di pasaran dunia saat ini. Pemerintah juga akan melakukan penertiban perizinan batu bara, sehingga ada persaingan yang sehat di industri tambang tersebut.

"Waktu yang baik untuk konsolidasi mengenai produksi dan konsumsi, antara pemerintah dengan pemain. Regulasi di samping didorong supaya market lebih sehat, kita ingin berikan sanksi dan rewards. Sanksi bagi ribuan pemegang IUP (izin usaha pertambangan) yang tidak beres, itu tidak boleh dibiarkan," papar Sudirman.

Dia mengatakan, pemerintah ingin memberikan kesempatan bagi pengusaha batu bara yang memiliki modal untuk benar-benar diberikan kesempatan.

"Kami akan segera bicara dengan player, apakah akan ke gasifikasi juga. Soal CNC (clean and clear), sooner dan faster harus diselesaikan, karena industri pun butuh penjelasan. Kemarin terkendala masa transisi. Kita sudah kerjasama dengan KPK untuk review mendalam," tegas Sudirman.

 

Sumber : Detik.com

.