Bubarkan Aksi demo karyawan PT UKS, Polisi Arogan

©net

Transbogor.co - Aksi mogok buruh pabrik terpal di Desa Wanaherang Kecamatan Gunung Putri kabupaten Bogor berakhir dengan pembubaran paksa 45 pendemo oleh pihak kepolisian. Bahkan terjadi pemukulan oleh oknum Polisi dari satuan Brimob sebelum 45 pendemo itu digelandang ke Mako Polres Bogor di Cibninong.

Sebelumnya, aksi demo buruh terhadap manajemen perusahaan terpal dan botol minuman kemasan PT. Unggul Karya Semesta sering dilakukan oleh 800 buruh yang bekerja di perusahaan tersebut. Aksi buruh PT UKS itu dipicu lantaran manajemen perusahaan menolak untuk mendirikan serikat buruh disamping pihak manajemen yang melakukan pemecatan sepihak terhadap para karyawannya hingga seluruh karyawannya pun di-PHK.

Tujuannya agar perusahaan dapat merekrut tenaga baru yang tidak banyak menuntut kepada perusahaan. Selain pemutusan hubungan kerja sepihak, perusahaan juga memotong upah para karyawan sehingga mereka terpaksa banyak yang mengundurkan diri dan mencari pekerjaan lain.

Salahseorang koordinator aksi Jack menuturkan, para buruh itu kerap melakukan mediasi dengan manajemen, namun tidak pernah menemukan titik temu hingga berlanjut dengan pemogokan dan akhirnya dibubarkan paksa oleh aparat kepolisi karena di nilai menghalangi jalan masuk ke dalam pabrik.

“Polisi semuanya arogan.kami bukan teroris tapi kami meminta hak kami,” Teriak Jack saat di gelandanga ke mako Polres Bogor.

Sontak 45 buruh yang digelandang oleh aparat Brimob itu pun memicu solidaritas buruh lainnya. Mereka mendatangi Mako Polres Bogor untuk meminta penangguhan penahanan terhadap 45 buruh yang mogok dengan jeratan pidana. penangkapan terhadap 45 karyawan PT. UKS tersebut di duga Menurut Polres sendiri, aksi mogok kerja, secara aturan mestinya dilakukan di dalam perusahaan dan tidak menghalangsi keluar-masuknya kendaraan pabrik. Ke- 45 buruh itu masih tetap ditahan hingga Kamis malam dengan dua orang mengalami luka lebam akibat pukulan pada kelopak mata dan pelipisnya.

Reporter : Irfan

Editor     : Arief Pramana

.