Pemkab Tutup Mata Warga Bangun Jalan Sendiri

  foto:rachmat

Bogor, Trans Bogor -Rasa putus asa sudah tidak bisa dibendung warga Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Akibat kualitas pembangunan jalan yang buruk, akhirnya warga memutuskan membangun jalan secara swadaya. Warga sudah tidak bisa lagi menunggu, karena jalan yang selama ini diperbaiki Pemkab Bogor, baru seminggu dibangun sudah rusak lagi.

“Krisis  kepercayaan terhadap Pemkab Bogor, ya Bupatinya juga. Terus terang, kami prihatin soal ini. Jalan diaspal, tapi umur aspalnya pendek. Ya udahlah biari aja dia (pemda) ngaspal, kita ngecor. Begitu di cor kan mereka juga  ngaspal, akhirnya jadi kuat. Gitu aja sih sebenarnya, yang memotivasi kami bangun jalan sendiri,” kata Ketua RT 1 /RW 34 Bumi Mutiara, Tirta kepada Trans Bogor, Rabu (15/1).

Menurut Tirta, menunggu Bupati turun tangan rasanya tidak mungkin. Karena ngaspal setahun sekali saja kualitasnya “hancur-hancuran”.
Karena sudah sangat kecewa,  sebagian warga sempat mengusulkan agar jalanan yang rusak ditanam pohon pisang saja atau ditanam ikan lele, tapi cara ini bisa merugikan warga karena nantinya tidak bisa menggunakan akses jalan tersebut.

“Kami menghindari terjadi bentrok sesama warga sendiri, sehingga pilihannya, ya sudahlah kita swadaya, gotong royong,” katanya.

Dijelaskan, sebetulnya jalan yang rusak sudah 7 tahun tidak disentuh perbaikan aspal. Baru pada tahun 2013, ada proyek perbaikan jalan sepanjang 720 meter dengan lebar antara 5-6 meter. Pada titik awal pembangunan jalan dari jembatan Cikeas Mahkota Pesona sampai kerbang Vila Nusa Indah (VNI)  II dialokasikan dana  sekitar Rp 1,6 miliar. Kemudian dilanjutkan ketitik berikutnya dari VNI II ke Pasar Pocong.

“Terakhir titik ruas jalan Perumahan Bumi Mutiara senilai Rp 2,3 miliar. Tapi belum lama diperbaiki, rusak juga tuh jalan,” keluh Tirta.

Ditambahkan Tirta,  bahwa  inisiatif masyarakat memperbaiki jalan sendiri sudah muncul sejak tahun 2010  karena tidak ada sentuhan yang sungguh-sungguh dalam menjaga kualitas infrastruktur jalan oleh Pemkab Bogor.
Pernyataan Tirta dipertegas Ketua Forum Komunikasi Warga (Forkowa)  Vila Nusa Indah II Syam bahwa dirinya berupaya mencegah tindakan warga yang ingin memblokir jalan.

" Kami tidak mau memblokir jalan atau menanam pohon di jalan rusak,karena akan merugikan pengguna jalan. Karena itu kami memperbaiki dengan cara swadaya warga, semoga setelah ini ada perhatian dari Pemkab agar tidak menutup mata," aku Syam. 
Perbaikan jalan pun terus dilakukan warga Desa Bojongkulur yang tergabung dalam komunitas FORKOWA, sejak Selasa(13/1) lalu  sekitar Jalan Letda Nasir Desa Bojongkulur.  Selain menggalang dana dari warga setempat, warga juga mengumpulkannya dari para penguna jalan yang melintas.

Untuk transparansi dana yang telah terkumpul melalui transfer bank, pihak FORKOWA selalu merilisnya di milis. Hal itu dilakukan agar warga yang berpartisipasi bisa langsung melihatnya melalui akses internet .
Akses Utama

Sementara itu, Kepala Desa Bojong Kulur Sunta, mengakui bahwa inisiatif warga memperbaiki jalan tersebut disebabkan lokasi jalan itu merupakan akses utama menuju pintu tol JORR,sehingga dengan keadaan  jalan rusak mengakibatkan kemacetan yang panjang . Dia juga memuji tindakan warganya yang  peduli  untuk  memperbaiki  jalan.
 
" Saya sangat mengapresiasi langkah warga, tapi karena belum ada respon dari pemerintah Kabupaten Bogor maka kami tidak bisa berbuat apa-apa," ujar Sunta. (adh/rah)

.