Ada Pabrik Minol di Bogor, Apa kata Ketua KNPI

  ©transbogor/nur

Transbogor.co- Peredaran minuman beralkohol (Minol) diwilayah bumi tegar beriman memang sulit untuk di tuntaskan, kurangnya keseriusan pemerintah dalam menegakan aturan seakan menjadi penyebabnya. Walaupun kepolisian Polres Bogor sudah melakukan upaya pemberantasan Minol namun masih marak beredara. . Sehingga pengentasan ini tidak akan tuntas, selama pabriknya masih beroprasi.

Sejauh ini jajaran dari Polres Bogor, sudah banyak melakukan pemusnahan minuman beralkohol, bahkan baru-baru ini kurang lebih 13 ribu botol minol dari berbagai jenis dimusnahkan. Tapi tidak tertutup kemungkinan masih banyak lagi beredar bebas minol tersebut diwarung-warung. Hal itu dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Kabupaten Bogor, Muhammad Burhani, kepada transbogor.co

“Harusnya pihak terkait seperti Kepolisian dan Pol PP Kabupaten Bogor, jangan hanya melakukan razia minol ini diwarung-warung saja, karena warung ini merupakan mata rantai dari distributor, maupun perusahaannya langsung,”ucap Burhani.

Ia menjelaskan, pihak Kepolisian, dan Pol PP jangan hanya melakukan razia diwarung-warung saja, jika perlu gudangnya dibongkar, berikut perusahaannya ditutup, baru penyelesaian minol di wilayah Kabupaten Bogor ini akan selesai, sebab kalau perusahaannya tidak ditutup, sampai kapan pun minol tidak akan tuntas, yang ada bertambah banyak.

“Sejauh ini Polres Bogor, kerap melakukan pemusnahan terhadap minol, bahkan ditahun 2015 ini saja sudah dua kali miras dimusnahkan, namun itu hanya sebatas pemusnahan, kenapa tidak perusahaannya saja yang dimusnahkan,”terangnya

Lebih lanjut Burhan menjelaskan, di Kabupaten Bogor termasuk tempat peredaran minuman keras, bahkan perusahaan minumannya juga ada di Kabupaten Bogor. Tapi kenapa hingga saat ini tidak ada tindakan tegas yang dilakukan terhadap perusahaan tersebut, untuk dilakukan penutupan, karena sudah jelas itu memproiduksi miras dengan kadar alkohol 14,7 persen.

“Seharusnya perasahaan tersebut ditutup saja, ini sebaliknya malah dibiarkan terus beroprasi, apakah Pemerintah Daerah (Pemda), Kabupaten Bogor, tidak berani menutupnya, terlebih itu sudah jelas tempat memproduksi miras,”pungkasnya.

 

Penulis : Arief Pramana

.