Pembelian lahan seluas 13,5 hektar di Kecamatan Cigudeg rawan Penyimpangan

  Ā©transbogor/nur

Transbogor.co-Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) Kabupaten Bogor Sinwan MZ mencium adanya ketidak beresan pembelian lahan yang di lakukan sebuah pertambangan perusahaan plat merah Kabupaten Bogor.

Berdasarkan data Transbogor yang dihimpun dari GNPK kabupaten Bogor , pembelian lahan di Desa gunung Bitung Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor seluas  13,5 hektar dengan total nilai sekitar 11,5 milyar rupiah itupun di nilai oleh Sinwan tidak semuanya lahan tersebut menjadi aset milik PT. Prayoga Pertambangan Energi Kabupaten Bogor.

“Karena sebagian tanah tersebut ternyata adalah tanah milik perhutani dan milik adat yang belum di bebaskan dari dana penyertaan modal awal yang di gelontorkan dari APBD Kabupaten Bogor,” terang dia kepada Transbogor.co

Dari penyertaan modal awal yang di keluarkan pemerintah Kabupaten Bogor, dia menjelaskan untuk pembentukan perusahaan pertambangan itupun senilai 40 milyar rupiah. “Yang di Investasikan dalam lima unit usaha yakni Asphalt Mixing Plant (AMP) di Sentul dengan investasi 9,5 Milyar, peralatan berat lebih dari 15 Milyar, serta pengadaan lahan 11,5 milyar rupiah serta 625 juta untuk pembentukan badan hukumnya,” Ungkap dia

Dia menuturkan Perusahaan plat merah yang berdiri pada 2012 yang mentargetkan go publik pada 2022 nanti itupun dengan penyertaan modal pemerintah mencapai 200 milyar rupiah hingga 2017 nanti itupun masih bermain dalam ranah jual beli dan penyediaan pasir urug.

“Sementara untuk unit usaha yang langsung berdekatan dengan masyarakat berupa pemasangan gas alam untuk kebutuhan rumah tangga masih belum terealisasi .Yang rencananya akan di salurkan kepada 4000 pelanggan rumah tangga di lingkar Cibinong kabupaten Bogor,” Pungkas dia.Terkait persoalan lahan itupun Direktur PT. Prayoga Pertambangan Energi Kabupaten Bogor Rajab Tampubolon tidak dapat di hubungi saat transbogor.co saat ingin meminta kalrifikasnya.

 

Penulis : Arief Pramana

.