Penjaga Bendung Katulampa Terima 1.900 SMS dan 275 Panggilan

  Andi Sudirman foto:Dok.Mahfud Achyar

Bogor, Trans Bogor - Tingginya curah hujan dan meluapnya air di Sungai Ciliwung membuat banyak orang khawatir.Termasuk bertanya-tanya apakah air di Bendung Katulampa, Kota Bogor menunjukkan kenaikan yang tajam.

Akibatnya, Petugas Pelaksana Harian Bendung Katulampa Andi Sudirman turut kebanjiran pertanyaan. Sejak dua hari lalu pesan singkat (sms) yang masuk ke telepon genggamnya sudah mencapai 1.900. Panggilan masuk tercatat 275 kali.

Saat Trans Bogor meninjau lokasi Bendung Katulampak yang berjarak sekitar 2 Km dari Jalan Raya Padjajaran, Kota Bogor, Andi terlihat sibuk menerima panggilan dan permintaan wawancara beberapa wartawan televisi.

Mengenakan jas hujan warna biru dan sepatu boat, Andi cukup sabar melayani beberapa pertanyaan terkait dengan ketinggian air di bendungan. Sesekali ia mengusap air hujan yang membasahi mukanya.

Dua hari ini Andi memang sibuk melaporkan ketinggian air, dan menjawab telepon masuk yang berdering setiap lima detik.Dering telepon terus terdengar, baik telepon sentral di bendung maupun di telepon genggam milik Andi.

Dengan sigap dan penuh kesabaran petugas yang siaga di telepon sentral menjawab setiap telepon yang masuk.

Begitu juga dengan telepon genggam milik Andi Sudirman yang tidak henti-hentinya berdering setiap saat.

"Kalau air lagi naik, telepon tidak pernah berhenti. Selalu berdering per detik bunyi," kata Andi Sudirman.

Andi mengatakan Badan Pengelolaan Sumber Daya AIR (BPSDA) Ciliwung-Cisadane telah menginstruksikan dirinya untuk siap menjawab panggilan telepon bila ketinggian air berstatus siaga.

"Jadi kalau mau ke kamar mandi, telepon harus dibawa. Kecuali lagi di isi batrai," kata dia.

Menurut Andi, telepon yang masuk datang dari berbagai masyarakat khususnya warga Jakarta.

Umumnya para penelpon menanyakan ketinggian air di Bendung Katulampa, kapan air sampai di Jakarta dan bagaimana cuaca di Bogor serta Puncak masih hujan atau tidak.

Bahkan ada juga yang menelpon dengan nada marah menanyakan kenapa pintu bendung dibuka hingga air dari Bogor menyebabkan banjir di Jakarta.

"Kami sudah mendapat arahan agar sabar dan tetap tenang menghadapi pertanyaan masyarakat. Kalau ada yang menanya kenapa pintu di buka. Kami jawab ini bukan Bendungan, tapi bendung yang tugasnya hanya sebagai peringatan," ujar Andi.

Andi mengatakan sejak kemarin ia menerima 1.900 pesan singkat dari SIM 1 ponselnya dan 490 pesan singkat dari SIM 2.

Begitu juga dengan telepon sentral di Bendung Katulampa tercapat sampai 275 kali telpon masuk.

"Kami pernah mencoba menghitung jumlah telepon, iseng. Dalam satu hari bisa 275 kali telepon masuk," ujar Andi.

Andi mengaku senang dengan pekerjaannya sebagai penjaga Pintu Air Bendung Katulampa.

Saat ini ada delapan orang petugas di Bendung Katulampa, mereka dibagi tugasnya saat air mengalami peningkatan.

Dua orang penjaga bertugas memantau ketinggian air, mencatat dan melaporkannya ke Pos Bendung Katulampa.

Lima orang bertugas siaga menjawab panggilan telepon sentral di pos Bendung. Sedang Andi bertugas mengkoordinatori pemantauan ketinggian air dan melaporkannya ke pihak terkait.

"Kalau hari normal setiap harinya petugas siaga di Bendung dan malamnya hanya dua orang yang piket. Tapi kalau air lagi siaga, kita semua bersiaga 24 jam," kata Andi.

Ketinggian air di Bendung Katulampa juga mengundang perhatian sejumlah masyarakat yang datang untuk melihat ketinggian air. Sehingga membuat suasana di pos bendung cukup ramai.

Beberapa tokoh partai seperti Ketua DPD PAN Kota Bogor Syafruddin juga hadir untuk melihat lebih dekat kondisi Bendung Katulampa.

Selain melayani telepon petugas juga melayani tamu yang datang ke pos Bendung sambil memonitor ketinggian air.

Sementara itu, saat ini ketinggian Bendung Katulampa mengalami peningkatan secara fluktuatif seiring hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor dan Puncak.

Puncak tertinggi kenaikan level air mencapai 180 cm pada pukul 15.25 WIB. Hingga berita ini diturunkan ketinggian air mengalami penurunan di 120 cm pada pukul 19.29 WIB. (linna/ant)

editor : adhi
.