Dear Bupati Bogor, Ada Warga Bogor Buat Petisi di Change.org

┬ęchange.or
ilustrasi

Transbogor.co-Akibat jalan yang rusak parah di wilayah Kabupaten Bogor bagian Utara, tepatnya mulai dari kecamatan Parung, Ciseeng, Gunung Sindur,dam Rawakalong, Adjie Nugroho,  seorang warga Kabupaten  Bogor melayangkan sebuah petisi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Petisi dimuat dalam situs change.org.

Sejak petisi itu dibuat dua minggu lalu, sudah terkumpul sekitar 869 orang yang menandatangani petisi. Diperlukan sekitar 131 tandatangan  lagi untuk mencapai 1000 tandatangani petisi. Ada pun petisi tersebut berisi kegeramannya terhadap kondisi jalan yang ada di Kabupaten Bogor yang telah lama rusak parah dan hingga kini Pemkab Bogor seakan tutup mata terhadap kondisi tersebut.

Dalam petisi yang dikirim via email, Adjie Nugroho juga memberikan link berita dari berbagai surat kabar. Dalam petisi tersebut, dimuat pula beberapa komentar alasan menandatangani petisi tersebut. Salah satunya adalah Jarko Eko, seorang warga Bogor. Ia meminta lebih baik wilayah Gunung Sindur hingga Parung dihibahkan saja ke Tangsel biar ada yang mengurusinnya.

Berikut isi lengkap petisi yang dibuat oleh Adjie Nugroho.

Kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Bogor bagian Utara, tepatnya mulai dari kecamatan Parung, Ciseeng, Gunung Sindur, Rawakalong yang merupakan akses Penghubung antara Bogor dan Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangeran dan DKI Jakarta semakin memprihatinkan.

Sudah lama sekali hingga kini bagian jalan yang rusak dibiarkan, akibatnya sering terjadi kecelakaan. Kondisinya sudah sangat parah, sudah tidak bisa dikatakan sebagai jalan raya. Padahal ruas jalan tersebut merupakan akses penghubung antara Bogor dan Kota Tangerang Selatan.

Sangat kontras apabila dibandingkan dengan ruas jalan di kawasan Tangerang Selatan, walaupun berada pada satu jalur tapi perbedaan sangat mencolok, dimana jalan yang masih merupakan kawasan Bogor terlihat sangat parah, berbanding terbalik dengan jalan yang merupakan kawasan Tangerang Selatan kondisinya sangat rapih.

Banyak pihak yang dirugikan, mulai dari supir angkutan warga sekitar sampai para pelajar yang selalu terlambat datang ke sekolah, mereka mau tidak mau harus berangkat jauh lebih awal agar tidak terlambat.

Melalui petisi ini, mudah-mudahan pihak terkait dapat bertanggung jawab untuk memperhatikan dan memperbaiki kerusakan parah yang ada.

Penulis : Dimas Fery

.