Dilanda Kemarau, Debit Air Bendung Katulampa Terus Menyusut

©net

Transbogor.co- Sudah hampir satu bulan ini, debit air Sungai Ciliwung terus menyusut. Seluruh air dari kali Ciliwung kini dialihkan ke Kali Baru untuk irigasi persawahan dan air baku untuk minum.

Kepala Pelaksana Harian Bendung Katulampa Andi Sudirman, mengatakan memang terjadi penyusutan tinggi muka air Ciliwung selama musim kemarau. Rata-rata ketinggian muka air di Bendung Katulampa di bawah 10 centimter atau 31.440 liter per detik.

“Menyusut drastis ketinggian air dari hulu sungai di puncak, ketinggian kurang dari 10cm," katanya.jumat (24/07/2015)

Aliran irigasi tersebut akan mengalir ke kawasan persawahan di wilayah Cibinong, serta dijadikan air baku PDAM Tirta Kahuripan dan selebihnya mengalir ke wilayah ibukota.

Ia juga memaparkan, bendung pernah mengalami kekeringan parah pada 2007. Saat itu ketinggian muka air nol atau dengan debit sekitar 1.700 meter per detik. “Pada 2007 sama seperti tahun sekarang, musim kemarau kering. Berbeda pada tahun lalu, musim kemarau basah,” lanjut Andi.

Andi mengimbau agar masyarakat yang bergantung pada kebutuhan air Sungai Ciliwung selalu melakukan antisipasi defisit air sejak saat ini, dengan berhemat menggunakan air PDAM atau air bawah tanah. ]

 

Reporter : Erick Prayoga

Editor     : Arief Pramana

.