Miris, Imigran Asal Afganistan Jadi Korban Pelecehan Seksual

©nur

Transbogor.co-Walikota Pekanbaru Firdaus sangat menyayangkan kejadian pelecehan seksual yang menimpa salah seorang imigran asal Afganistan bernisial KH di Pekanbaru.

Para imigran bukan orang hukuman, tetapi manusia yang sedang terlantar di negaranya,” ujarnya di Pekanbaru.

Menurut Firdaus, warga Pekanbaru harus belajar menghormati hak asasi manusia, dan jangan melihat manusia itu secara berbeda dari suku, agama bahkan bangsa. Apalagi untuk para imigran yang datang mencari suaka ke wilayah Pekanbaru, perlu dihormati dan dihargai.

“Sebagai sesama manusia jangan mereka kita perlakukan dengan tidak senonoh,” tuturnya prihatin.

Apalagi hak asasi manusia bukan saja masalah negara saja tetapi juga masalah dunia internasional. Ketika sebuah kota mengangkangi hak asasi manusia, maka dampaknya bukan saja pada kota itu tetapi juga menjadi masalah negara bahkan hubungan dunia ternasional.

“Untuk itu mari kita warga Pekanbaru sama-sama menghargai sebagai umat ciptaan Tuhan,” ajaknya.

Sebaliknya Fridaus juga mengimbau kepada para imigran yang masih mencari suaka politik di Pekanbaru, agar mematuhi jam kunjungan yang telah ditetapkan oleh Pihak imigrasi. Demikian juga lokasi yang sudah ditetapkan untuk bisa dikunjungi.

“Keluarlah sesuai dengan izin yang diberikan,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang warga imigran asal Afganistan berinisial KH (21), ditemukan dibuang di kelurahan Limbungan Kecamatan Rumbai Pesisir, tepatnya dekat perumahan Panorama, Pekanbaru, usai mendapatkan perlakuan pelecehan seksual oleh dua pria, Kamis (23/7/2015) sore.

Korban kemudian dibawa warga melapor Polsek Rumbai untuk diproses.

 

Sumber : Okezone.com

.