Pilkada Serentak Sepi Peminat

©net

Transbogor.co-Masa pendaftaran calon kepala daerah pada Pilkada 2015 telah berakhir kemarin. Komisi Pemilihan Umum (KPU) mencatat, ada 11 daerah yang hanya diikuti oleh satu pasangan calon kepala daerah.

Bahkan, di Kabupaten Boolang Mongondow, Sulawesi Utara, tidak ada satu pun pasangan calon yang mendaftar. Fenomena apakah ini?

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Ahmad Bakir Ihsan, mengatakan, sepinya peserta pilkada harus menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara pilkada.

"KPU dan KPUD harus proaktif mencari tahu kenapa fenomena ini bisa terjadi. Kenapa kok hanya ada satu pasangan calon," ujarnya. Bahkan, KPU juga harusnya mendorong partisipasi masyarakat dan partai politik untuk ikut pilkada.

Bakir sendiri heran dengan fenomena sepinya peminat pilkada. Fenomena ini berbanding terbalik dengan pelaksanaan pilkada pada umumnya.

"Jika sebelumya partai politik pecah karena mendukung calon yang berbeda, sekarang kok justru calon kepala daerah tidak banyak," tutur Bakir.

Ia menambahkan, kebijakan KPU yang akan menunda pelaksanaan pilkada jika dalam masa perpanjangan waktu hanya diikuti satu pasangan calon, bukan solusi yang tepat.

"Kalau soal menunda, itu hal yang mudah yangi tidak substantif. Harus ada kajian komprehensif untuk menganalisa kenapa hanya muncul satu pasangan calon," tutur Bakir.

Dia mengatakan, fenomena itu bisa saja menjadi indikasi adanya krisis kepercayaan partai politik dan masyarakat untuk terhadap perhelatan pilkada.

 

Sumber : Okezone.com

 

.