Menteri Tenaga Kerja Minta Syarat BLK harus Dipermudah

©metronews.com
Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri.

Transbogor.co- Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengemukakan  bahwa pihaknya telah mengeluarkan imbauan serupa kepada seluruh Balai Latihan Kerja (BLK) di seluruh Indonesia menampung pekerja maupun calon pekerja terampil tanpa mensyaratkan ijazah sekolah minimal SMA atau SMK.

Menurutnya, persyaratan kepesertaan pelatihan di Balai-balai Latihan Kerja (BLK) yang ada di seluruh Indonesia harus dipermudah. Semua lulusan pendidikan mulai dari yang terendah yaitu Sekolah dasar (SD) dan SMP akan diperbolehkan ikut pelatihan kerja di BLK.

Pasalnya, selama ini persyaratan pendidikan formal yang ketat untuk mengikuti pelatihan di BLK menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan jumlah tenaga kerja di Indonesia.

"Kita ubah persyaratan minimal SMA atau SMP baru bisa mengikuti pelatihan di BLK ,agar semua angkatan kerja dapat mengakses pelatihan kerja yang diselenggarakan di BLK  tanpa syarat pendidikan formal yang ketat," pungkasnya.

Hanif  menginginkan agar calon peserta pelatihan kerja yang hanya lulusan SD maupun SMP  juga dapat diakomodir oleh BLK. Apalagi data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional sampai dengan Februari 2015 mencapai 7,45 juta jiwa atau sekitar 5,81 persen hanya mengantongi lulusan SD dan SMP.

"Jika BLK mematok syarat pendidikan minimal SMA, maka angkatan kerja lulusan SD dan SMP itu sulit terserap dalam dunia kerja, Itu menjadi masalah krusial yang harus segera dibenahi," tandasnya.

Sumber : liputan6.com

 

.