Soal Suap Dwelling Time, Mendag Berkicau di Twitter

©transbogor/Arief Pramana/Ilustrasi

Transbogor.co-Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendang) tepatnya di ruang kerja Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, dua hari lalu digeledah penyidik kepolisian. Hal ini terkait dengan dugaan kasus suap dwelling time atau proses izin keluar barang di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Polisi juga telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait di Pelabuhan Tanjung Priok. Ketiganya diduga terlibat permainan perizinan di Kemendag.

Mendag Rachmat Gobel pun berkomentar terkait penggeledahan ruangan anak buahnya melalui akun twitter-nya @RachmatGobel, , Kamis (30/7/2015).

Gobel mengapresiasi langkah Polri untuk mengusut tuntas kasus dugaan suap dwelling time yang melibatkan kementerian yang dipimpinnya.

"Apa yang dilakukan Polri sejalan dengan @Kemendag dalam rangka menjalankan instruksi Presiden untuk pembenahan dwelling time pelabuhan. Appreciated"

Bahkan, sebagai bentuk upayanya membenahi dwelling time di pelabuhan yang lelet, pihaknya mengeluarkan aturan setiap barang impor harus dilengkapi perizinan atau dokumen terlebih dahulu sebelum dikirim ke pelabuhan pemasukan. Aturan tersebut berlaku mulai 1 Januari 2016.

"Untuk pembenahan dwelling time pelabuhan, per 1 Januari 2016, barang yang diimpor harus melengkapi perizinan terlebih dahulu sebelum dikirim masuk," kata Gobel dalam akun twitter-nya.

Terkait dukungannya terhadap pengungkapan kasus dugaan suap dwelling time yang melibatkan kementeriannya, ia sudah membebastugaskan 4 pejabat di Kemendag. Mereka dibebastugaskan karena harus menjalani pemeriksaan penyidik polri.

"Kami membebastugaskan pejabat yg menjalani pemeriksaaan polisi, namun @Kemendag menjamin pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa," katanya.

"Evaluasi terhadap pelayana publik termasuk perizinan, senantiasa dilakukan sebagai bagian dari proses Reformasi Birokrasi di @Kemendag," tambahnya.

 

Sumber : Detik.com

.