Restoran Sangkuriang Menghadirkan Citra Rasa yang Menggoda

  foto:Dok

SUKSES di Jatiasih, Restoran Sangkuriang kini hadir di Jalan Letda Natsir No 88 Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri. Citra rasa masakan yang sudah teruji ditambah menu khas Sunda yang selalu menggugah selera, membuat  restoran ini langsung diserbu pengunjung begitu pertama kali dibuka,  Minggu (12/1) lalu.

Adalah Yarhan Muzal Panggar Besi, atau biasa disapa Aan,  pengusaha kuliner muda dan pemilik Restoran Sangkuriang mampu menghadirkan suasana yang memikat selera pengunjung.

Minggu (19/1) kemarin, di sela kesibukannya pria ramah ini menerima redaksi Trans Bogor. Ia pun bercerita Restoran Sangkuriang di Bojong Kulur ini adalah cabang ketiga setelah sebelumnya buka di Jatiwaringin, Subang, dan Bandung. Namun, bedanya ketiga restoran tersebut bukan sepenuhnya milik dirinya, melainkan bentuk kerjasama dengan rekan atau sahabat lainnya. Meski demikian, soal menu andalan dan cita rasa, semua Restoran Sangkuriang tetap memiliki standar jagoan yang sama.

Aan mengakui ketiga masakan andalan tersebut berdasarkan resep keluarganya yang berasal Pagar Alam, lalu menjadi resep turun temurun. Tentu juga  dari  hasil racikannya sendiri. Aan yang kini berusia 44 tahun , telah memulai usaha kulinernya sejak usia 30 tahun. Sebelum memilih jalur usaha, ia menimbah ilmunya sebagai Asisten Manajer di Ragoon City Restaurant dan Samudra Seafood Restaurant.

Kembali soal Restoran Sangkuriang, Aan memilih membuka cabang keduanya di Bojong Kulur karena beberapa pertimbangan, seperti banyak komunitas yang ia kenal di wilayah tersebut, jalan Bojong Kulur merupakan jalan alternatif menuju Jakarta melalui tol Jatiasih, dan letak restoran yang dekat dengan berbagai perumahan elit, seperti Villa Nusa Indah, Kota Wisata, dan Sakura Regency. Sehingga restoran tersebut dikatakan sebagai tempat persinggahan yang strategis untuk mengisi perut yang lapar.

Untuk pasokan berbagai bahan baku masakan, seperti ikan gurame dan patin omega 3, dipasok dari wilayah Cianjur dan Sukabumi, karena kualitas ikan yang tidak bau tanah ketika dimasak ataupun saat dihidangkan.  Begitupun untuk bahan-bahan bumbu masakannya dipasok dari wilayah yang sama.

Bicara menu, tidak lengkap rasanya jika kita tidak membicarakan jagoan makanan di Restoran Sangkuriang, diantaranya Sop Gurami Kemangi Pedas, Patin Bakar Bambu, dan Tutut Sawah Cianjur. Ada pula minuman unik yang wajib Anda coba, seperti Wedang Jahe Kelapa Muda dan Lemon Squash Sereh.

Sop Gurami Kemangi Pedas menjadi menu andalan pertama restoran khas sunda ini, sebab mempunyai cita rasa gurih serta hangat yang menyegarkan ketika disantap bersama nasi hangat pula. Aan mengatakan rasa hangat itu berasal dari bumbu rempah yang digunakan, diantaranya Pala dan Jahe Kampung. Sehingga tidak hanya enak, tetapi juga menyehatkan tubuh untuk mengusir pilek atau pusing.

Selain itu, masakan yang aslinya berasal dari Pagar Alam (Melayu) ini maupun yang lainnya tidak menggunakan penyedap rasa, melainkan memanfaatkan air perasan tebu untuk menggurihkan cita rasa.

Selain Sop Gurami, ada pula Patin Bakar Bambu. Berbeda dengan ikan patin lainnya, jenis ikan yang digunakan yakni ber Omega 3 serta tidak bau tanah. Dipilih Patin Omega 3 sebab dikatakan Aan bermanfaat untuk pertumbuhan tulang, dan tidak banyak mengandung lemak seperti ikan patin biasanya.

Sesuai nama menunya, masakan ini disajikan di dalam bambu muda yang kemudian dibakar selama tiga jam, meski dibakar ikan patin tersebut tidak akan kehilangan nutrisinya, dan tetap terjaga cita rasa kemurnian ikannya, maupun dari bumbu rempahnya yang digunakan seperti kunyit, lengkuas, serai, dan bawang putih, dan juga menggunakan sari tebu sebagai penyedap masakan. Meski dibakar tiga jam lamanya, Anda tidak perlu khawatir, ketika dipesan Patin Bakar ini tinggal dihangatkan saja sebentar.

Rasa Tutut yang Menyehatkan

Menu andalan ketiga selanjutnya, yakni Tutut Sawah Cianjur. Jika sebelumnya Anda biasa membelinya di pinggir jalan, kali ini Anda bisa menikmatinya di restoran. Istilahnya tutut jadi naik pamor. Sama seperti menu tutut lainnya, bumbu yang digunakan diantaranya seperti bawang putih, bawang merah, jahe, cabe, dan lainnya, serta tidak menggunakan santan. Diakui Aan, mengonsumsi tutut berfungsi sebagai obat tipes, karena mengandung protein.

Aan mengatakan sejak awal pembuatan menu masakan restorannya, tidak menggunakan penyedap rasa buatan, melainkan memanfaatkan sari tebu, alasannya penyedap rasa buatan pun berasal dari tebu. Dengan begitu nutrisi makanan tidak hilang atau rusak, sehingga bukan hanya sekedar menyajikan menu enak mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan tubuh.

Selain tiga menu andalan di atas, ada menu minuman unik yang mungkin belum Anda temui di restoran manapun, yakni secangkir Wedang Jahe Kelapa Muda. Rempah andalan yang digunakan yakni jahe murni dan gula aren murni dipasok dari wilayah Sukabumi. Rasa hangat dan nikmatnya potongan kelapa muda berpadu menjadi satu ketika disantap.

"Biasanya wedang hanya hangat biasa, makanya ditambah kelapa, dan menghilangkan kesan minuman orangtua," jelasnya.

Ada pula Lemon Squash Sereh, yang juga baik untuk kesehatan tubuh, terutama bagi kesehatan organ vital wanita. Inspirasi ini diakui Aan berasal dari pengobatan oran-orang Melayu.

Mumpung Lagi Diskon

Masih banyak pilihan makanan dan minuman lainnya yang tidak kalah sedapnya, dan jika Anda membawa keluarga atau bersama-sama teman dapat pula memilih menu hemat, apalagi hingga akhir Februari 2014 ada promosi 15 persen untuk setiap menu, diskon ini juga berlaku untuk cabang Jatiasih. Untuk pilihan Menu Paket Ekonomis Keluarga, Restoran Sangkuriang menyediakan pilihannya antara lain; Paket A Rp300 ribu (4-5 Orang), Paket B Rp350 ribu (5-6 Orang), Paket C Rp400 ribu (7-8 Orang), atau Paket D Rp450 ribu (9-10 Orang). 

.