Holis Buat Lukisan Kursi sebagai Bentuk Kepedulian pada Muktamar NU

©merdeka.com
Muhammad Holis Satriawan

Transbogor.co-Seorang seniman asal Jombang, Muhammad Holis Satriawan melukis sebuah kursi yang bertuliskan NU (Nahdlatul Ulama) hanya dengan waktu 10 menit. Holis mengatakan, bahwa lukisan yang akan dikirim ke PBNU pusat tersebut sebagai bentuk kepedulian seniman pada Muktamar NU.

"Saya berharap bahwa Muktamar NU berjalan dangan lancar dan menghasilkan pemimpin yang amanah," ujar Holis di Surabaya, Jumat malam 31 Juli 2015.

Ia menjelaskan, gambar kursi tersebut sebagai bentuk pemegang kursi pada siapa yang akan menjadi pucuk pimpinan NU adalah seorang yang murni ulama, bukan ulama jadi-jadian.

Menurut Holis, Nadlatul Ulama adalah kebangkitan ulama yang dibentuk pada perjuangan ulama pada masa penjajahan. Karena itu, pimpinan yang dihasilkan pada Muktamar NU diharapkan seorang ulama yang paham kaidah, Alquran dan Hadis, termasuk kitab kuning serta tidak ada kepentingan politik. Sebab, NU dibentuk pada masa perjuangan akibat dari keterpurukan bangsa dan penindasan penjajah.

"Jadi NU itu milik umat. Bukan milik pribadi. Saya berharap pada orang-orang yang dicalonkan benar-benar ulama, bukan abal-abal, bukan yang semipolitik. Tetapi murni ulama. Karena NU artinya kebangkitan ulama." tandas Holi

Sumber : liputan6.com

.