Sebelas WNI Ditahan Otoritas Saudi karena Shalat Ied Depan Ka'bah

©britannica.com
Kabah.

Transbogor.co-Beberapa hari setelah Idul Fitri, otoritas Arab Saudi menangkap 11 warga negara Indonesia (WNI) lantaran melakukan Salat Id di depan Ka'bah. Sebelas orang tersebut ditahan di kantor tahanan sementara Mekah.

Para WNI yang terdiri dari sembilan pria dan dua wanita ini adalah sekelompok muslim yang sedang menjalankan ibadah umroh. Kelompok ini meyakini Idul Fitri jatuh pada 18 Juli waktu setempat.

Ketua kelompok itu, yang merupakan pria 47 tahun kemudian dibawa ke rumah sakit jiwa, untuk diperiksa kondisi kejiwaannya. Selain meyakini Idul Fitri jatuh pada 18 Juli waktu setempat, mereka juga meyakini jika pimpinan mereka, yang diketahui bernama Imam Mahdi, merupakan pemimpin umat akhir zaman.

Dikutip dari pernyataan Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI), Lalu Muhammad Iqbal, mereka melaksanakan ritual Salat Idul Fitri di Maqom Ibrahim (Kompleks Ka'bah) yang didahului dengan penyampaian khotbah.

"Mereka mendengarkan khotbah dalam formasi lingkaran dengan pemimpin mereka berdiri di tengah lingkaran. Aksi yang sangat demonstratif tersebut bukan saja menarik perhatian jamaah lain, akan tetapi juga mengganggu jamaah yang sedang tawaf sehingga sejumlah jamaah melaporkan kepada polisi. Polisi sudah meminta mereka untuk bubar namun ditolak oleh kelompok tersebut sehingga polisi membubarkan secara paksa dan menangkap mereka," ujar dia, Jumat (31/7)

11 WNI yang ditahan otoritas Arab Saudi lantaran Salat Id depan Ka'bah yaitu  Zubir Amir Abdullah (ketua kelompok,  Ismelda Harfianti Lubis, Kharmain Amir Abdullah, Rahmat Abdullah Makki Almalikno, Rakhmat Syawal Lubis, Rudi Aulia Usman Arif,  Muhammad Zainullah Wahi,  Muhammad Idris Ruslan, Muhammad Lubis, Joko Handoko Marore dan Jamsah Binti Jamin

Mereka semua kini masih dalam proses investigasi oleh pihak kepolisian Arab Saudi, namun pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) telah bertemu mereka dan semua dalam kondisi sehat. Pihak KJRI juga akan terus memberikan pendampingan dan mengupayakan pembebasan mereka.

Sumber : merdeka.com

.