Kepala BPBD Karawang : Debit Air Irigasi Turun, Lahan Sawah Jadi Kering

┬ęposkotanews.com
Ilustrasi.

Transbogor.co- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Asip Suhendar mengungkapkan,  kekeringan  di lahan pertanian hampir terjadi merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Karawang.  Semua terjadi akibat debit air irigasi turun, sehingga air tidak bisa mengalir ke petakan sawah.

"Kekeringan pada areal sawah teknis masih bisa diselamatkan dengan penyediaan mesin pompa air," kata Asip lebih lanjut.

Dikatakan juga, akibat sawahnya kekeringan, puluhan petani di Desa Telagajaya, Kecamatan Pakisjaya terpaksa menjebol tanggul irigasi yang berada di Desa Segaran, Kecamatan Batujaya.

Para petani mengaku hal itu terpaksa dilakukan untuk menyelamatkan ratusan hektar sawah mereka yang mengalami kekeringan. "Kekeringan yang terjadi di Telagajaya akibat pasokan air dari saluran irigasi Batujaya sangat minim. Sebab, pengaturan air tidak merata," katanya.

Dalam kesempatan itu, Asip Suhendar mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Kami telah berkoordinasi dengan PDAM Tirta Tarum untuk menyuplai air bersih ke beberapa daerah yang kesulitan mendapatkan air bersih. Selain itu, kami telah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan. Namun, baru pekan depan hal ini akan dibawa ke rapat tingkat musyawarah pimpinan daerah (muspida)," ujarnya.

Sedangkan terkait status darurat bencana belum bisa ditetapkan karena pihaknya masih harus menunggu jawaban dari Badan Metreologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Jawa Barat.”Kami belum dapat jawaban soal sampai kapan darurat bencana ini akan terjadi,” katanya.

Sumber : pikiranrakyat.com

.