Akibat Kurangnya Kuato Pengiriman, Harga Daging Sapi Melambung

©lensaindonesia.com
Harga daging sapi melambung tinggi.

Transbogor.co-Pemasok sapi H. Elan Suherlan mengatakan, dampak dari pengurangan kuota pengiriman sapi ke Tasikmalaya berimbas terhadap kenaikan daging sapi di pasaran. Kondisi ini bisa mengacaukan distribusi sapi dari pemasok Kabupaten Subang dan Malangbong Kabupaten Garut.

"Rencananya hari Selasa besok (4/8/2015). Para pedagang akan mulai motong lagi. Karena kasihan juga para pelanggan terutama pedagang bakso karena kebutuhan untuk bahan bakunya tersebut adalah daging sapi," kata Elan saat ditemui di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Senin (3/8/2015).

Menurutnya, saat ini para pedagang memilih tidak berjualan karena fluktuatif harga yang tidak menguntungkan terhadap pedagang. Selain konsumen komplain juga mereka mengeluarkan modal tambahan untuk belanja barang (sapi,red).

Harga pertimbangan hidup bobot sapi bisa mencapai Rp 105.000 - Rp 110.000 rupiah per kg. Dikatakannya, jika kondisi seperti ini terus berlanjut dan pemerintah tidak memberikan solusi terkait tingginya harga daging sapi, para pedagang daging sapi di Bandung dan Jakarta akan melakukan aksi serupa yakni mogok jualan. "Ada maupun tidak ada keputusan keputusan harga maupun kuota, rencana Selasa (besok,red) akan motong (kembali berjualan,red). Namun tidak tertutup kemungkinan usai itu, pedagang kembali mogok berjualan," ujar Elan.

Sementara semua kios sedikitnya 50 kios daging sapi di Blok C dan D di pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya masih dipenuhi poster-poster bernada protes.

Sumber : pikiranrakyat.com

.