Lucu, Demi Piala Adipura para PKL 'Dipaksa' Libur

©harapanrakyat.com
Ilustrasi.

Transbogor.co-Lucu, demi mendapatkan penghargaan Adipura, Pemkab Cianjur meliburkan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di atas trotor disejumlah jalan, Selasa (4/8/2015). PKL yang dilarang berjualan selama sehari itu yang berada di sepanjang jalan HOS Cokro Aminoto, Mangunsarkoro, Siliwangi, dan Siti Jenab.

Pelarangan PKL agar tidak berjualan demi penilaian Adipura tersebut bukan yang pertama kalinya. Sebelumnya Pemkab Cianjur juga telah meliburkan mereka para PKL selama tiga hari.

"Ini bukan yang pertama, kalau tidak salah sudah yang ketiga kalinya. Sebelumnya malah tiga hari kita dilarang berjualan dan harus membersihkan barang dagangan," kata Muslih (40) seorang PKL warga Gang Duren RT 01/RW 04 Kelurahan Solokpandan Kecamatan/Kabupaten Cianjur saat ditemui Selasa (4/8/2015).

Muslih mengaku, mendapatkan kabar dilarang berjualan dari rekan sesama PKL yang mangkal di Jalan HOS Cokro Aminoto. "Saya dikabari saja kalau hari ini harus libur berjualan dari teman sesama PKL. Kalau sebelumnya saya langsung mendapatkan surat pemberitahuan himbauan untuk libur berjualan dari Satpol PP, kali ini saya hanya dapat pemberitahuan secara lisan.

Muhlis mengaku masih beruntung, lantaran masih bisa berjualan meski harus bergeser ke pinggir jalan yang relatif sepi. "Yang lainnya libur, saya saja nekat berjualan, karenaa kalau tidak mau makan apa, ini pekerjaan saya," kata PKL tang berjualan kebutuhan warungan itu.

Pihaknya selaku PKL sangat menyayangkan sikap Pemkab Cianjur yang melarang PKL berjualan hanya demi menghadapi penilaian Adipura. Seharusnya penilaian itu dilakukan tanpa harus ada pemberitahuan, biar tahu kondisi faktanya dilapangan.

"Sebagai orang awam saya menyayangkan kalau ada penilaian Adipura PKL harus tidak berjualan. Kalau penilaian itu apa adanya dan tanpa rekasa sepertinya lebih bagus," ujarnya.

Petugas Satpol PP Kabupaten Cianjur, Ade Damini membenarkan diliburkannya para PKL disepanjang jalan raya Cianjur lantaran ada ferivikasi penilaian Adipura. Libur atau larangan berjualan bagi PKL ini hanya berlaku selama satu hari.

"Ia PKL diiburkan berjualan kaitannya dengan adanya penilaian Adipura, ini merupakan ferivikasi tahap kedua," kata Ade saat diteui di sela memantau lokasi yang biasanya dipergunakan oleh PKL berjualan di Jalan Mangunsarkoro.

Pihaknya menjelaskann sebelum ada himbauan kepada para PKL untuk libur berjualan, terlebih dahulu dilakukan sosialisasi. Setelah itu diundang para Ketua PKL untuk diberikan pemahaman dan diberikan surat imbauan secara resmi.

"Para PKL sudah faham dan mengerti apa yang seharusnya mereka lakukan. Ini juga demi kepentingan mereka bersama. Apalagi libur jualannya juga hanya berlangsung selama satu hari," tegasnya.

Sumber : pikiranrakyat.com

.