Razia Balap Liar, Sejumlah Kendaraan Diamankan

  foto:Illustrasi

Bogor, Trans Bogor
Sebanyak tujuh kendaraan roda dua, dua angkutan kota, satu buah mobil serta satu STNK diamankan Polres Bogor Kota dalam razia balap liar yang digelar Sabtu malam (18/1) hingga Minggu dini hari (19/1). Sejumlah kendaraan itu diamankan dari beberapa lokasi yang sering dijadikan arena balapan liar, yakni di Jalan Surya Kencana, Tajur dan Jembatan Bale Binarum.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bogor Kota AKP Bramastyo Priaji mengatakan, kendaraan itu diduga hendak digunakan untuk adu balap liar di lokasi tersebut sehingga segera diamankan. Sebagian besar pengendaranya, lanjut Bramastyo merupakan anak muda. Razia serupa sudah digalakkan sejak beberapa hari terakhir. Hasilnya, dalam sekali operasi sejumlah kendaraan baik sepeda motor maupun mobil telah diamankan beserta para pembalap liarnya.

"Razia akan terus kita gelar secara bertahap agar balap liar yang marak bisa berkurang, bahkan kalau bisa menghilang dari jalanan di Kota Bogor," kata Bram. Lebih lanjut dikatakan Bram, selain membahayakan pengguna jalan lain, balap liar juga membahayakan para pembalap liar sendiri. Sebab tidak jarang, korban jiwa dari para pembalap liar pun melayang.

Beberapa ruas jalan di Kota Bogor memang terkesan "cocok" sebagai arena balap liar pada malam hari. Akibatnya, banyak oknum yang memanfaatkannya sebagai arena balap liar. Hal ini juga membuat masyarakat semakin resah. Apalagi, warga yang pulang bekerja pada malam hari karena takut menjadi korban balap liar.

Secara terpisah, Sekda Kota Bogor Ade Sarif Hidayat meminta, agar para orang tua ikut membantu mencegah terjadinya balap liar. Ade menegaskan, peran serta orangtua sangat besar dalam mencegah terjadinya balapan liar ini. Salah satunya melalui pengawasan atau memberikan satu pengertian agar para putra putrinya tidak ikut dalam hal-hal yang dapat membahayakan

"Orang tua menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya balapan liar," kata Ade. Dia juga meminta peran masyarakat untuk mencegah aksi balapan liar ini. Apalagi, para pelaku balap liar sering kucing-kucingan dengan aparat yang akan menertibkan.

Disinggung masalah pita kejut di beberapa ruas jalan yang sering dipergunakan untuk balapan liar, Ade mengatakan, pihaknya memohon pengertian kepada para pengguna jalan umum agar dapat memahaminya, karena ini demi kepentingan dan kenyamanan warga masyarakat selaku pengguna jalan umum. (wid/den)

.