Pasar Simpang Dago Prioritas untuk Direvitalisasi

©flickr.com
Pasar Simpang Dago, Bandung.

Transbogor.co-Pasar Simpang Dago Kota Bandung menjadi salah satu titik yang menjadi prioritas untuk program revitalisasi. Pembangunan fisik pasar tradisional tersebut diperkirakan bisa dimulai tahun depan dengan perkiraan anggaran sekitar Rp 20 miliar. Saat ini, tahapan baru memasuki studi kelayakan (feasiblity study/FS).

"Pasar Simpang ini masuk kategori prioritas karena kita sudah membuat perencanaan. Kalau tidak ada halangan, FS selesai tahun ini," kata Direktur Utama PD Pasar Bermartabat Kota Bandung, Rinal Siswadi, ditemui di Pasar Simpang Dago, Rabu (5/8/2015).

Dalam kesempatan tersebut, dia mendampingi kunjungan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, bersama sejumlah instansi terkait serta aparat kewilayahan.

Rinal mengatakan, pasar yang mulai aktif sekitar tahun 1960-an tersebut saat ini berdiri di atas lahan 800 meter persegi, aset Pemerintah Kota Bandung. Tercatat 120 kios yang digunakan oleh para pedagang pasar tradisional. Selain pedagang di dalam, bagian luar dari pasar tersebut digunakan oleh sejumlah pedagang lain, termasuk pedagang kaki lima serta pedagang yang kerap berjualan di pasar tumpah.

Dia mengatakan, konsep perencanaan sudah matang, dengan pembuatan bangunan terdiri dari empat lantai. Lantai paling dasar digunakan oleh pedagang pasar tradisional, sedangkan tiga lantai di bagian atas digunakan untuk perniagaan lainnya. Lapak berjualan di pasar yang baru diutamakan untuk pedagang lama. "Ruang dagang tidak semua untuk pasar basah. Tapi Pedagang yang ada sekarang harus terakomodir," ujarnya.

Berdasarkan perhitungan, kebutuhan pembiayaan untuk membangun pasar tersebut sekitar Rp 20 miliar. Seluruhnya berasal dari anggaran PD Pasar, tidak melibatkan pihak swasta dalam pembangunannya. Jika berjalan sesuai rencana, pembangunan bisa rampung dalam kurun waktu sekitar 8 bulan.

Selama ini, Simpang Dago dikenal sebagai kawasan padat aktivitas. Pertambahan volume kendaraan pada waktu-waktu tertentu diperparah dengan keberadaan pedagang serta parkir di bahu jalan. Akibatnya, kemacetan kerap sulit terhindarkan.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil menuturkan, aparat kewilayahan sudah diminta untuk menangani persoalan tersebut. "Saya sudah instruksikan Pak Camat untuk menertibkan PKL di depan Pasar Simpang yang logikanya biasanya macet padat itu dari pagi sampai jam 9-an. Pak Camat sudah membikin garis, bahwa boleh parkir sepanjang garis itu, kalau dulu kan suka lebih," ujarnya.

Selain memantau Pasar Simpang Dago, dia juga melanjutkan pemantauan ke sejumlah titik di Kecamatan Coblong, terkait parkir liar dan pedagang kaki lima.

Sumber : pikiranrakyat.com

.