Stasiun Nambo tak Pernah Kasih Izin PKL Berjualan

©Transbogor.co/Azis Maulana
Wakil Kepala Stasiun Nambo, Abdul Roup beserta jajarannya.

Transbogor.co-Terkait adanya klaim dari para Pedagang Kaki Lima (PKL) di pinggir rel kereta api di Kampung Gunung Putri Selatan Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor bahwa pihak PT. KAI sudah memberi  ijin untuk para PKL berdagang di pinggir rel, dibantah mentah-mentah oleh perwakilan dari Stasiun Nambo.

 Bahkan pihak stasiun Kereta Api Nambo merasa keberatan dengan keberadaan para PKL tersebut seban sangat mengganggu aktifitas Kereta Api yang akan melintas karena membahayakan warga sekitar.

“Kami tidak pernah memberikan izin terkait kegiatan para pedagang yang berjualan di pinggir rel. Stasiun kereta api dimana saja sekarang sudah steril dari PKL. Apalagi ini sudah sangat membahayakan bagi pedagang maupun bembelinya sendiri,” ujar Wakil Kepala Stasiun Nambo, Abdul Roup kepada Transbogor.co, Jumat (7/8/2015).

Keberatan terhadap keberadaan para PKL  tersebut sudah pernah di sosialisasikan langsung kepada para PKL dengan memanggil perwakilan pedagang. “Kami sudah sering menghimbau  untuk untuk tidak berjualan di pinggir rel tersebut sebab sangat berbahaya. Tapi mereka tetap saja nekat berjualan,”terangnya.

Diakuinya, pihaknya memang menempatkan tiga keamanan setiap hari Jum'at untuk menjaga jalur kereta api agar perjalanan lancar.

“Tapi bukan berarti penjagaan tersebut adalah  suatu bentuk izin untuk para PKL berjualan di pinggiran rel,"tandasnya.

“Kami berharap, para PKL dan pembeli memahami bahayanya melakukan  aktifitas berjualan di pinggiran rel kereta api. Resikonya sangat besar,”

Reporter :  Azis Maulana

Editor : Dimas Fery

.