Meleset, Target Penerimaan Pajak

©liputan6.com
Ilustrasi.

Transbogor.co- Anggota Badan Anggaran DPR Johnny G Plate angkat suara mengenai melesetnya target penerimaan pajak, meski insentif untuk Dirjen Pajak sudah cukup.

Menurut dia, insentif tersebut sengaja digulirkan dalam anggaran 2015 untuk memaksimalkan penerimaan pajak karena target penerimaan 2015 naik 40 persen dari 2014.

Seperti diketahui, penerimaan negara dari pajak di semester I-2015 dinilai mengecewakan. Pasalnya, di akhir semester I ini, penerimaan negara dari pajak hanya Rp476,9 triliun atau 36,8 persen dari target dalam APBN sebesar Rp1.294,2 triliun. Meski belum final, pemerintah tetap kehilangan potensi penerimaan negara sebesar Rp170,2 di semester pertama ini.

Pos-pos anggaran dalam insentif Dirjen Pajak meliputi Rp1,5 triliun untuk mendukung sistem pemantauan atau monitoring dengan peralatan dan sistem teknis, serta Rp3 triliun untuk insentif petugas pajak berupa remunerasi.

"Insentif untuk Dirjen Pajak dilakukan untuk memenuhi skenario penerimaan negara 2015. Jadi untuk melancarkan itu semua, pemerintah dan DPR membahas mengenai menyertakan anggaran insentif," beber dia, dalam siaran persnya, di Jakarta, Sabtu (8/8/2015).

Namun demikian, Plate menilai skenario penerimaan pajak tidak berjalan baik karena berbagai faktor. Di antaranya adalah melambatnya ekonomi regional sehingga berdampak langsung pada pengusaha lokal yang melakukan ekspor dan impor.

"Dengan begitu, penyerapan pajak tidak maksimal karena kondisi ekonomi yang tidak menentu," lanjut dia.

Di sisi lain, adapun untuk kondisi fiskal Indonesia, politisi Partai NasDem ini menilai fiskal masih sehat. Ia melihat neraca perdagangan Indonesia masih dalam keadaan baik serta cadangan devisa bagus, berada di posisi USD106 miliar.

Selain itu, utang luar negeri Indonesia yang bertahan di 33 persen dari Gross Domestic Produk (GDP) dinilai Plate sangat aman. Oleh karenanya tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebih dari masyarakat.

Dia menyatakan sikap optimistisnya bahwa kuartal ke III dan IV, penerimaan pajak bisa dimaksimalkan. "Kita lihat saja perkembangannya, Dirjen Pajak masih ada waktu untuk menggenjot penerimaan pajak," sebutnya optimistis.

Sumber : metronewstv.com

.