Tanki Penampungan Air Sering Kering, Warga Krisis Air Bersih

©atmajaya.ac.id
Ilustrasi.

Transbogor.co- Tanki penampung air dari saluran air bersih bantuan pemerintah tahun anggaran 2014 di Desa Simpayjaya, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, pada musim kemarau ini sering kering kerontang. Akibatnya, masyarakat di desa langganan krisis air bersih tersebut, pada musim kemarau ini masih sering terpaksa bersusah payah mengambil air dari sumber air terpaut jarak berkilo-kilometer dari desanya.

Kepala Desa Simpayjaya Dodo Sutarda dan sejumlah warga desanya, menyebutkan, hal itu akibat rangkaian pipa pemasok air dari sumber air ke tanki pembaginya, sering terputus dan bocor.

Dodo Sutarda menyebutkan, ketika saluran itu putus atau bocor, tanki-tanki air serupa di Desa Tanjungkerta, Sukasari, dan Cihanjaro pun praktis kering kerontang.

"Kalau dilihat dari tanda-tandanya, saluran itu sering putus dan bocor di sana-sini sebagian besar diduga karena sengaja diputus dan dibocorkan orang untuk mengairi sawah. Selain itu, di beberapa titik ada juga yang terputus karena terinjak kerbau," ujar Dodo, saat ditemui di desanya itu, Jumat (7/8/2015).

Projek penanganan masalah air bersih untuk empat desa tersebut, dilakukan Pemkab Kuningan melalui Dinas Tata Ruang dan Ciptakarya dengan pagu anggaran sebesar lebih kurang Rp 1,2 miliar bersumber dari bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun 2014.

Sumber : pikiranrakyat.com

.