Polemik Kecil Dari Imigran yang Tinggal di Puncak

©transbogor/Erick
Imigran Asal Timur Tengah saat dilakukan pendataan oleh Pihak Imigrasi

Transbogor.co- Menanggapi maraknya imigran yang tinggal di Wilayah Puncak, Cisarua, Kabupaten Bogor, ada dua hal yang membuat warga setempat merasa diuntungkan dan dirugikan.

Pasalnya, para imigran yang berasal dari Timur Tengah itu satu sisi para WNA itu menyewa rumah milik warga dengan kisaran harga 600 ribu sampai 3 juta rupiah perbulannya. Itu tentu menjadi sumber penghasilan warga.

"Dirumah kontrakan saya mereka sewa 700ribu sebulan, mereka ga keberatan, lumayan buat tambah kebutuhan dapur sama anak sekolah," jelas, Nyai, warga Batulayang, Cisarua.

Sementara, disisi lain keberadaan WNA tersebut membuat gerah penduduk setempat. Lantaran, budaya dan adat pendatang itu kerap bersinggungan. Meskipun begitu, warga tetap saling menghargai dan menjaga kerukunan antar umat beragama.

"Tapi budaya dan tingkah mereka yang bikin gusar dan geram warga sini, ya berisik, bawa tamu sampai larut malam lah, kita kan kadang jadi ga nyaman. Kalo soal begitu, itu urusan polisi sama aparat lainnya. Warga bisa memaklumi aja," tandasnya.

 

Reporter : Erick Prayoga

Editor      : Arief Pramana

.