Permintaan Daging Sapi Terjun Bebas, Pedagang Gigit Jari

©republika.co.id
Harga daging sapi kian meroket tinggi.

Transbogor.co- Kendati tidak melakukan aksi mogok berjualan seperti yang dilakukan para pedagang daging sapi di Jawa Barat, para pedagang daging sapi di Kota Solo mengeluhkan turunnya permintaan.

Menurut keterangan para pedagang di sejumlah pasar tradisional, semenjak periode libur Lebaran lalu, permintaan daging sapi di Solo merosot tajam.

Parti (62) seorang pedagang daging sapi yang sudah berjualan lebih dari 40 tahun di Pasar Gede mengatakan, pada H-2 hingga H+4 Lebaran lalu, permintaan daging sapi mencapai 40 kilogram per hari. Sedangkan, selama periode bulan Ramadan, penjualan rata-rata mencapai 20 kilogram per hari.

Namun, pasca-Lebaran hingga hari ini, Parti hanya mampu menjual 7-10 kilogram per hari.

“Harganya relatif stabil jika dibanding selama periode libur Lebaran lalu, bahkan turun Rp10.000 menjadi Rp100.000 ribu untuk tiap kilogramnya. Namun, setelah periode libur Lebaran hingga sekarang penjualan kami menurun tajam,” terang Parti kepada Joglosemar, Senin (10/8/2015).

Sama halnya dialami Sri Sumarni, pedagang daging sapi lain di Pasar Legi. Dia mengungkapkan, selama periode libur Lebaran, penjualannya berkisar 30-40 kilogram per hari. Namun, dalam satu pekan terakhir rata-rata penjualannya hanya 8 kilogram per hari.

“Jika dibanding dengan hari-hari biasa saja penurunan permintaan lebih dari 50 persen. Pada hari-hari biasa selain periode Ramadhan dan Lebaran, penjualan saya di atas 15 kilogram per hari,” ujarnya.

Sumber : tribunnews.com

 

.