Dicanio : Sepakbola Hanya Alat Bagi Balotelli untuk Menjadi Selebriti

©express.co.uk
Mario Balotelli.

Transbogor.co- Sikap bengal Mario Balotelli memang seringkali menuai banyak kritikan. Bomber Liverpool asal Italia ini seakan kehilangan tajinya akibat perilaku negatif yang kerap ditunjukkannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Salah satu yang melontarkan kritik cukup tajam adalah legenda hidup West Ham United, Paolo Di Canio. Di Canio yang juga memiliki sifat bengal semasa masih jadi seorang pemain, menyebut Balotelli hanya menjadikan sepakbola sebagai alat untuk mimpinya menjadi selebriti.

Eks pemain AC Milan dan Juventus ini juga menilai Balotelli punya sifat egois yang sangat besar, sehingga tak bisa bekerjasama dengan baik dengan rekan setimnya.

"Berbicara sebagai seorang manajer, pandangan saya pada sepakbola adalah Anda perlu memahami apa artinya bermain dengan rekan satu tim. Kadang ia berpikir sepakbola hanya untuk menjaga bola, memerkan kebolehan dengan beberapa cara dan rekan-rekannya harus mengerti dia. Tidak, sepakbola adalah pengorbanan!" kata Di Canio dilansir Talksport.

"Banyak iblis yang bersemayam di otakanya. Dia masih muda, secara fisik dia kuat. Dia adalah atlet natural yang luar biasa, tapi dia tidak pernah menggunakan potensinya yang besar. Ia hanya sibuk pada jejaring sosial dan menjadikan sepakbola sebagai alat untuk menjadi selebriti," imbuhnya

Di Canio juga melihat sudah banyak pelatih yang coba mengubah sikap Balotelli, namun tak berhasil. Bahkan, pelatih sekeras Jose Mourinho atau Roberto Mancini saja gagal mengubah watak bengal Super Mario.

"Banyak manajer yang telah coba mengubah dia. Mancini adalah ayahnya di sepakbola, tapi bahkan ia sekarang tidak ingin kembali ke Inter," lanjut Di Canio.

"Mourinho memahaminya sejak awal. Dia adalah pembaca karakter pemain yang sangat baik. Dia sudah melihat tidak bisa mengubah pemain ini (Balotelli). Sekarang usianya sudah 25 tahun, ia harus mengubah dirinya sendiri dan tidak bisa mengandalkan orang lain untuk membantunya," tutup Di Canio.

Sumber : viva.co.id

.