Lapas Bogor Over Kapasitas, Napi Tidur Berhimpitan

©Transbogor.co/Dimas Fery
Walikota Bogor, Bima Arysa didampingan Kalapas kelas IIA Bogor, Dwi Nastiti ketika meninjau kamar tahanan.

Transbogor.co-Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kota Bogor, Dwi Nastiti mengungkapkan, Lapas Paledang mengalami over kapasitas hingga mencapai 100,11 persen.  Jumlah penghuni  lapas saat ini mencapai sekitar 1053 orang. Baik itu narapidana (804 orang) maupun tahanan titipan (249 orang).

Akibat over kapasitas  penghuni lapas menyebabkan setiap sel yang seharusnya hanya diisi sekitar 10 orang, terpaksa diisi sekitar 30 orang lebih. Hal ini menyebabkan mereka harus tinggal berhimpitan ketika sedang tidur.

Hal ini tampak ketika Walikota Bogor, Bima Arya melakukan peninjauan ke sel-sel  lapas seusai menyerah secara simbolis remisi kepada narapidana. Bima mengungkapkan, kondisi lapas sudah sangat memprihatinkan. “Biasanya, saya melihat dari kejauhan, saat tadi saya keliling lapas kaget juga. Kondisinya sangat  tidak manusia sekali,”ujarnya. “Gunanya lapas adalah untuk pembinaan. Dengan kondisi ini bagi saya sama saja dengan penyiksaan,”imbuhnya.

Terkait rencana pembangunan  lapas baru di Pasir Jambu, Bima mengatakan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pasalnya masih terkendala oleh  status kepemilikan sertifikat tanah.

“Kami akan koordinasi dengan BPN agar segera bisa dianggarkan oleh pusat (kementerian). Lahanya sudah dialokasikan, surat-suratnya akan kami urus supaya bisa secepatnya dibangun lapas baru. Soalnya ini sudah sangat mendesak,”pungkasnya.

Penulis : Dimas Fery.

.