Harga Daging Ayam Meroket, Pedagang Jual Ayam Busuk

©nur

Transbogor.co- Akibat harga tinggi sejumlah pedagang daging ayam di sejumlah pasar Tradisional kabupaten Bogor melakukan mogok berdagang, hal tersebut berimbas kepada pengelola tempat pemotongan ayam di Pasar Cileungsi yang terpaksa menaikan harga ayam potong kesejumlah pedagang ayam, demi memenuhi kebutuhan hidupnyapun tak jarang para pengelola ayam Potong menjual daging ayam yang busuk kesejumlah peternak lele

Saat ini harga ayam dari peternak ayam berkisar Rp. 32 ribu, namun setelah dipotong dan dibersihkan dijual kembali kepada para pedagang ayam mencapai RP. 37 ribu.Tidak adanya pasokanpun menjadi alasananya harga ayam melonjak, para pemotong ayam ini sepi dari aktifitas memotong karena ayam yang biasa di pasok dari peternak dari hari senin kemarin sudah tidak ada. Selain harga yang tinggi, ayam dari peternakpun sangat sulit bahkan dari semua peternak yang biasa menjadi langganan para pemotong ayam sudah tidak menjual ayamnya lagi.

Pemilik tempat pemotongan ayam, Edi (40) mengatakan, selain harga tinggi, sejak hari senin ayam sangat sulit di cari dari peternak, hal ini membuat para pemotong berhenti beroprasi karena pasokan dari para peternak ayam sulit di dapat.

"Saya sudah tidak memotong lagi dari hari senin kemarin, gimana mau potong ayam, apanya yang mau di potong, sedangkan ayam dari para peternak saja susah di cari dan sekarang terpaksa saya berhenti beroprasi. Lagian para pedagang ayam juga sudah tidak mau membeli ayam karena ayamnya naik sangat tinggi". Terang dia kepada Transbogor.co. Selasa (18/08/2015)

Namun demi memenuhi kebutuhan keluarganya, Edipun mensiasatinya dengan menjual ayam mati kesejumlah peternak lele. "Ayam saya saja sampai ada yang mati  karena belum sempat di potong dan busuk, untuk mengembalikan modal, ya saya jual ayam mati ke peternak ikan lele, masalah harga naik bagi saya tidak apa-apa selagi masih standard, tapi kalo sudah naik setinggi ini pedagang ayam juga pada menjerit. Apalagi untumg yang mereka dapatkan sangat minin.” Pungkas dia

 

Reporter : Azis Maulana

Editor      :  Arief Pramana

.