Daging Ayam Langka, Ayam Goreng Hilang dari Warung Nasi

©transbogor/Azis
Iyem (45) pemilik rumah makan terpaksa tidak menjual ayam Goreng dimenu dagangannya

Transbogor.co- Meroketnya harga daging ayam membuat sejumlah pedagang melakukan mogok massal, berdampak pada pengelola warung makan yang berada di Desa Cipeucang, Kecamatan Cileungsi terpaksa tidak menjual ayam Goreng dimenu dagangannya selama seminggu ini.

Selain harga tinggi, pengelola rumah makanpun dibuat kerepotan, pasalnya stok ayam dipasaran sudah tidak ada padahal daging ayam merupakan menu andalan disetiap rumah makan.Selain kebingungan mencari penjual daging ayam di pasar, pemilik rumah makan pun mengeluhkan akan harga komoditas sayuran yang ikut naik, seperti harga cabai dan telur ayam,

Iyem (45) pemilik rumah makan mengatakan, sudah sejak dari kemarin tidak menjual menu daging ayam karena para penjual daging ayam yang yang melakukan aksi mogok akibat harganya yang tinggi, selain itu iyem mengeluhkan tingginya harga komoditas sayuran seperti cabai yang sudah mencapai Rp 60.000/kg dan harga telur yang mencapai Rp 26.000/kg

"Dari kemarin saya keliling pasar mau nyari daging ayam, tapi gak ada satu pedagangpun yang berjualan katanya sih lagi mogok karena harga daging yang cukup tinggi, karena tidak ada yang jualan, ya terpaksa saya hilangkan menu daging ayam di warung makan saya." Ujar iyem kepada transbogor.co Selasa (18/08/2015)

 

Dirinyapun mengeluhkan tidak adanya daging ayam dipasaran, membuat warung makan miliknya menjadi sepi pembeli. "Warung saya jadi sepi pembeli mas karena biasanyakan pelanggan pasti menanyakan menu ayam, selain daging ayam gak ada, harga sayuran juga ikutan naik, seperti harga cabai skarang harganya Rp 60.000/kg bahkan telur jujuga ikut ikutan naik, terpaksa harga jual di warung makan saya naikan sedikit biar gak rugi mas."keluh dia

 

Reporter : Azis Maulana

Editor     : Arief Pramana

.