Akibat Lahan Sawah Kering, Petani Rela Rogoh Kantong Beli Air

┬ęsolopos.com
Ilustrasi.

Transbogor.co- Berkurangnya pasokan air akibat kemarau membuat petani di Kabupaten Pati, Jawa Tengah harus putar otak. Demi selamatkan padi siap panen, mereka terpaksa beli air.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Selasa (18/8/2015), kondisi persawahan milik petani di Desa Kedumulyo, Kecamatan Sukolilo, Pati tampak kering. Bahkan, sudah muncul beberapa retakan tanah. Padahal di atasnya, tengah tumbuh padi yang sudah masuk masa bunting.

Kondisi tersebut membuat petani khawatir. Mereka takut tanaman padinya puso alias gagal panen. Di sisi lain, petani mengaku, tidak ada perhatian dari pemerintah untuk memecahkan persoalan irigasi ini.

"Sudah dua bulan tak ada hujan, irigasi juga kering," kata Fery, yang ditunjuk jadi 'juru biacara' oleh para petani.

Agar padinya tetap bisa dipanen, Fery terpaksa merogoh kocek hingga Rp1,5 juta per minggu. Uang tersebut digunakan untuk menebus air.

"Satu truk air harganya Rp150 ribu. Seminggu habis 10 truk," kata Fery.

Dia berharap ada perhatian pemerintah untuk mengatasi kendala ini. Menurutnya, para petani bisa memanfaatkan sejumlah titik mata air di wilayah Sukolilo yang tidak pernah kering.

Namun, petani kesulitan mengalirkan karena tidak ada instalasi pipa. "Jika pemerintah memberi bantuan pipa, air yang terbuang percuma tersebut bisa dimanfaatkan petani," katanya.

Sumber : metrotvnews.com

 

.